Sabtu, 5 April 2025

2016, BPS Bidik Beras Jadi Komoditas yang Paling Tinggi di MPP

Badan Pusat Statistik. (Dok:net)
Badan Pusat Statistik. (Dok:net)

SERANG, TitikNOL - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Perkembangan Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) di Provinsi Banten 2015, beras menjadi terendah di bandingkan dengan komoditas lainnya. Hal tersebut terlihat sari distribusi beras di Banten yang cenderung diambil dari daerah luar daerah.

"Beras memang paling rendah dibanding komoditas lainnya. Padahhal, lahan pertanian mencapai 6.000 hektar, namun untuk beras kita masih membeli keluar daerah," kata Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno, kepada wartawan, Kamis (3/3/2016).

Berdasarkan data perkembangan komoditas strategis 2015, untuk distributor beras di Banten menjual 50,89 persen berasnya ke pedagang eceran, 48,52 persen ke pedagang grosir dan 0,59 persen langsung ke rumah tangga. Sebagian besar beras yang diperdagangkan di wilayah Banten berasal dari Jawa Barat, Lampung , Jawa tengah dan DKI Jakarta.

"Sebagian besar kita dari luar Banten. Distribusi beras, dari Jawa barat aja sampai 57,15 persen, Lampung 3,97 persen, Jawa tengah 2,24 persen dan DKI 0,04 persen. Dan yang bikin kita heran, 36,64 persen beras yang di beli Banten asalnya dari kita sendiri. Jadi, beras dibawa keluar lalu dibeli lagi sama Banten. Ini yang Harus diperbaiki,"tegasnya.

Ia juga berharap, di 2016 beras di Banten menjadi komoditas yang paling tinggi dalam Margin Perdagangan dan pengangkutan (MPP) di Provinsi Banten.

"Mudah mudahan kedepannya bisa diperbaiki, karena di Banten sendiri memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Itu semua untuk menekan inflasi daerah yang juga tinggi,"katanya. (Dede/red)

Komentar
Tag Terkait