Kamis, 3 April 2025

BKSDA Ungkap Pergantian Cuaca Jadi Penyebab Munculnya Buaya di Sumur dan Bayah

Kepala BKSDA Wilayah I Serang Andre Ginson. (Foto: TitikNOL)
Kepala BKSDA Wilayah I Serang Andre Ginson. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Serang Andre Ginson menyebutkan, pergantian cuaca dimungkinkan menjadi penyebab utama munculnya buaya jenis muara di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang dan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Menurutnya, buaya itu menampakan diri karena mencari makan ke tepi laut. Sejauh ini, pihaknya mengaku telah melakukan pengecekan ke dua lokasi kemunculan buaya. Namun pada saat itu, buaya tidak muncul kembali.

"Memang banyak buaya yang muncul, mungkin penyebabnya pergantian cuaca. Sehingga buaya ingin mencari makan ke tepi. Makanya konflik dengan masyarakat karena banyak aktivitas di laut," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Buaya Muara Nongol di Sungai Cimadur Gegerkan Warga Bayah

Ia memprediksi, buaya yang ada di Sumur dan Bayah itu lebih dari satu. Mengingat berdasarkan pengalamannya, buaya di muara pasti memiliki pasangan atau punya anak.

"Kalau di muara, saya rasa lebih dari 1 ekor, mungkin yang muncul satu ekor. Biasanya ada sepasang, anaknya, habitatnya di muara. Kalau sudah tahu ada buaya kita menghindar karena buaya binatang buas," ungkapnya.

Baca juga: BKSDA Serang akan Cek Lokasi Penampakan Buaya Muara di Bayah

Andre berujar, fenomen munculnya buaya yang menyebabkan konflik dengan masyarakat ada di Kecamatan Sumur. Saat itu, seorang Ibu-ibu sedang mencari kerang di area muara.

Sejauh ini, antisipasi yang dilakukan memasang papan himbauan dan rambu bahaya. Masyarakat diimbau untuk lebih hati-hati di muara yang telah diketahui ada buayanya.

Baca juga: IRT di Sumur Pandeglang Digigit Buaya saat Cari Kerang di Muara

"Kami membuat rambu atau papan peringatan agar waspada masyarakat saat melakukan aktivitas. Konflik itu karena masyarakat mendatangi rumahnya (buaya). Muara itu rumahnya. Kita juga berfikir untuk menangkap, masa kita tangkap di rumahnya sendiri, sebetulnya kita yang lebih waspada bukan buayanya yang kita pindahkan. Tetapi masyarakatnya yang lebih waspada, itu sudah tahu ada buaya, harus lebih hati-hati. Ke pantai jangan seorang, kalau berdua ada yang melihat, ada buaya," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar