Keren, Pisang Ambon Asal Banten Selatan Diminati Arab Saudi

Eka Suryana pengusaha budi daya pisang asal Lebak Selatan. (Foto: TitikNOL)
Eka Suryana pengusaha budi daya pisang asal Lebak Selatan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Empat Tahun menggeluti usaha budi daya pisang, Eka Suryana, salah seorang pemuda asal Lebak Selatan ini akhirnya bisa memanen hasilnya. bukan hanya mendapatkan panen Pisang yang melimpah, buah Pisang yang ditanamnya mendapat penawaran untuk ekspor ke Arab Saudi, melalui sebuah perusahaan eksportir di Bandung, Jawa Barat.

Pisang yang rencananya akan di ekspor ke Arab Saudi itu, sebelumnya telah dilakukan survey dan uji sampel oleh pihak kedutaan Arab Saudi di Indonesia. Hasilnya, pisang ambon asli Banten ini ternyata mengalahkan pisang ambon dari daerah lain, karena rasa dan ukuran pisang yang beda.

"Alhamdulillah, saya mendapat kabar baik dari seorang sahabat di Bandung, katanya Pisang Ambon asli Banten ini akan dikirimkan ke Kedutaan Arab Saudi, di Kota Jeddah," kata Eka Surya melalui sambungan telepon, Jum'at(26/6/2020).

Eka menjelaskan, permintaan untuk memasok Pisang Ambon Banten, awalnya berdasarkan permintaan dari kedutaan Arab Saudi yang berada di Jeddah. Hal itu dikarenakan, Pisang Ambon Banten Selatan secara kualitas maupun kuantitas sangat bagus.

"Arab Saudi meminta Pisang Ambon Banten, karena kualitas bagus. Beda wilayah, beda rasa. Wilayah lain tidak sebagus di Banten selatan, manis dan kenyal. Dimasak pun mengeras," ungkapnya.

Eka juga mengakui, dirinya dalam sehari bisa mengirim sebanyak 1 ton sampai 2 ton Pisang Ambon, melalui perusahaan eksportir di Bandung, Jawa Barat.

"Dengan dibackup perkebunan Eka Karya Farm, kita bisa mempersiapkan kemasan menarik. Pisang dimasukan ke dalam peti dan dibungkus daun pisang. Setelahnya dikirim ke kantor cabang perekonomian Arab Saudi di Bandung," jelasnya.

"Saya membuka kesempatan bagi siapapun yang mau riset ke tempat perkebunan pisang ambon milik saya untuk sampel kualitas. Sehingga pisang dari Banten Selatan bisa benar-benar bersaing dengan pisang dari daerah luar Banten,” ujarnya.

Ia memaparkan, kendala untuk budi daya pisang Ambon seringkali kesulitan dalam mendapatkan bibit unggul. Sehingga, ia mengajak agar petani-petani untuk budi daya bibit dan pemerintah setempat dapat melakukan pembinaan terhadap para petani pisang.

Eka menjelaskan, Pisang Ambon ini dapat dipanen setelah satu tahun masa tanam dan kalau sudah panen satu kali, biasanya pada 3 hingga 6 bulan kedepan sudah bisa dipanen lagi, begitu seterusnya.

“Dibandingkan dijual di lokal, harga jual untuk ekspor tentu lebih tinggi, karena memang pisangnya disortir dan memakai kemasan yang harus benar-benar bagus, jadi saya mengajak pada para petani pisang agar menanam pisang Ambon asli Banten dan saya siap menampung,” tukasnya. (Gat/TN1)

Komentar