LEBAK, TitikNOL - Ace Moh Noh, Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Pos Pelabuhan Bayah, Kabupaten Lebak tak membantah adanya dugaan pungutan liar (pungli) di terminal khusus dan dermaga PT. Cemindo Gemilang yang melibatkan dirinya saat kapal sandar. Namun, kata Ace, uang yang ia peroleh kisaran Rp500 ribu per kapal tongkang dan Rp1, 2 juta per kapal besar itu merupakan bentuk perhatian dari para agen pelayaran (perusahaan kapal) saat menyerahkan dokumen kedatangan kapal. Selain itu, kondisi tersebut diketahui oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Labuan, Kabupaten Pandeglang, sebagai pimpinannya. "Sebulan kurang dari 30 kapal yang sandar. Jadi kan pihak agen urus izin dan administrasi kedatangan dan keberangkatan kapal ke KUPP Labuan. Lalu kan mereka tanya di pos pelabuhan Bayah harus menghubungi siapa, kata mereka ke kantor. Pimpinan saya bilang, silahkan hubungi staff saya di pelabuhan Bayah. Cuma tolong katanya perhatikan staff saya itu," ucap Ace mengawali perbincangannyan dengan wartawan, Selasa (18/10/2016) di Bayah. Baca juga: Nah Lho, Ada ‘Pungli' di Dermaga Cemindo Oleh Oknum Kawilker Pos Pelabuhan Bayah Menurutnya, tidak semua agen perusahaan pelayaran kapal yang memberikan uang saat kapal sandar di Tersus dan dermaga PT. Cemindo Gemilang. "Ada juga yang nggak ngasih, tapi saya tidak menargetkan kok kepada mereka (Agen). Uang itu juga saya tidak makan sendiri, ada juga yang saya bagikan ke pihak lain yang bertugas di laut Bayah," ujar Ace. Disinggung apakah benar dirinya juga terlibat mengurusi bisnis memasok/mensuplai air bersih ke kapal-kapal yang datang dan sandar dengan kapasitas ribuan ton air per bulan. Ace pun tak membantahnya. "Iya memang suka ada yang minta di suplai air bersih, itu bisnis sampingan saya aja," tukasnya. (Gun/Quy)