Kamis, 18 Juli 2024

Sering Gunakan Pasta Gigi untuk Menghilangkan Jerawat? Ini Bahayanya

Ilustrasi. (Dok: Alodokter)
Ilustrasi. (Dok: Alodokter)

TitikNOL - Cara menghilangkan jerawat dengan pasta gigi sempat menjadi tren populer demi mendapatkan kulit wajah yang mulus. Lantas, apakah pasta gigi bisa menghilangkan jerawat dengan cepat? Simak jawaban selengkapnya dalam artikel ini.

Penggunaan pasta gigi untuk jerawat bisa berbahaya

Banyak orang yang terpincut dengan cara menghilangkan jerawat dalam semalam dengan pasta gigi

Mitos pasta gigi untuk jerawat disinyalir berkat kandungan senyawa kimia bernama triclosan di dalam pasta gigi.

Triclosan berfungsi sebagai antibakteri sehingga dianggap dapat membunuh bakteri penyebab jerawat, yaitu Propionibacterium acnes.

Bahkan, ada pula studi yang mengklaim manfaat triclosan dalam mengurangi produksi minyak berlebih yang menjadi penyebab jerawat.

Beberapa kandungan zat pada pasta gigi lainnya, seperti baking soda, alkohol, dan hidrogen peroksida, juga dianggap dapat mengeringkan jerawat lebih cepat dan menghilangkan komedo.

Selain itu, kandungan mentol dalam pasta gigi disebut mampu meredakan rasa nyeri dan bengkak akibat jerawat meradang.

Lantas, apa benar pasta gigi bisa menghilangkan jerawat dan masalah wajah lainnya seperti komedo? Jawabannya adalah tidak. Cara menghilangkan jerawat dan komedo dengan pasta gigi tidak direkomendasikan oleh para dokter kulit.

Alasannya, unsur-unsur pembentuk gigi sama sekali berbeda dengan kulit. Gigi terbuat dari mineral gigi yang keras dan tangguh, seperti kalsium.

Di sisi lain, kulit bersifat lebih lembut dan reaktif, serta lebih rentan mengalami peradangan dan kekeringan. Oleh karena itu, produk yang umumnya cocok untuk merawat gigi bukan pilihan yang baik untuk merawat kulit.

Bahkan, beberapa bahan khusus yang ditemukan dalam pasta gigi, seperti hidrogen peroksida, soda kue, alkohol, dan mentol, bisa berbahaya bagi kulit.

Jika digunakan pada kulit, bahan-bahan tersebut dapat memiliki efek menyumbat pori-pori, mengeringkan, hingga mengiritasi kulit.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa beberapa bahan dalam pasta gigi dapat berbahaya jika digunakan pada kulit terbakar.

Maka dari itu, masuk akal jika pasta gigi tidak disarankan untuk merawat kondisi kulit yang sedang mengalami peradangan, misalnya kulit berjerawat.

Bukan hanya menyebabkan iritasi, penggunaan pasta gigi untuk jerawat juga dapat meninggalkan bekas merah atau hitam pada kulit Anda.

Itulah sebabnya, para dokter kulit memberikan jawaban tegas “tidak” untuk pertanyaan apakah pasta gigi bisa menghilangkan jerawat.

Bahaya penggunaan pasta gigi untuk mengatasi jerawat

Berikut adalah bahaya penggunaan pasta gigi sebagai cara menghilangkan jerawat.

1. Mengiritasi kulit

Pasta gigi dapat membuat iritasi kulit karena kandungan bahan atau zat aktifnya, seperti gliserin, sorbitol, kalsium karbonat, sodium lauryl sulfate, dan natrium bikarbonat.

Bahan-bahan aktif tersebut tidak boleh menyentuh kulit wajah yang umumnya cenderung sensitif. Terlebih, bila dioleskan pada area kulit yang berjerawat.

Jika kulit terpapar oleh senyawa atau bahan kimia yang kuat dari pasta gigi, risiko iritasi bisa terjadi.

Pasta gigi juga memiliki tingkat pH (keasaman) yang dapat mengiritasi kulit sehat. Bila pH di kulit terlalu tinggi, ruam dan sensasi terbakar pun dapat muncul.

Kemudian, kandungan sodium lauryl sulfate dalam pasta gigi terlalu keras jika digunakan untuk mengobati jerawat yang ringan.

Kandungan triclosan yang disebut ampuh dalam membunuh bakteri penyebab jerawat pada sejumlah produk obat jerawat sebenarnya hanya berfungsi sebagai zat pengawet, bukan bahan aktif utama seperti pada pasta gigi.

Mengingat berbagai efek samping tersebut, dapat disimpulkan bahwa kerugian yang ditimbulkan dari penggunaan pasta gigi untuk jerawat lebih banyak jika dibandingkan manfaat pasta gigi untuk jerawat.

2. Menimbulkan reaksi kulit lainnya

Bahaya pasta gigi untuk jerawat lainnya adalah membuat kulit kering, gatal, memerah, mengalami alergi, hingga menimbulkan sensasi terbakar.

Tingkat keparahan yang disebabkan penggunaan pasta gigi untuk jerawat pun tergantung pada sensitivitas kulit Anda.

Alih-alih membaik atau sembuh, cara menghilangkan jerawat dengan pasta gigi justru dapat memperburuk kondisi jerawat yang tengah Anda alami.

Meski manfaat pasta gigi beragam, cara menghilangkan jerawat dengan pasta gigi adalah sebaiknya Anda hindari.

Cara mengobati jerawat yang ampuh

Hampir tidak ada manfaat pasta gigi untuk wajah selain menjaga keindahan senyum Anda.

Jadi, cara paling ampuh bukanlah menghilangkan jerawat dengan pasta gigi, melainkan menggunakan berbagai cara menghilangkan jerawat secara alami hingga obat-obatan dari dokter.

Berikut adalah beberapa alternatif pengobatan jerawat yang mungkin bisa membantu Anda.

1. Obat alami jerawat

Anda bisa mengandalkan obat alami jerawat untuk meredakan jerawat dengan cepat, misalnya dengan tea tree oil.

Sebuah studi yang dimuat dalam Australasian Journal of Dermatology melaporkan manfaat tea tree oil untuk jerawat, khususnya dalam mengobati jerawat ringan atau sedang.

Cara menghilangkan jerawat dengan bahan alami ini bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa tetes tea tree oil dan produk perawatan kulit yang biasa digunakan, lalu oleskan pada area kulit yang berjerawat.

Selain itu, Anda bisa menggunakan lidah buaya, kunyit, air perasan lemon, atau cuka apel untuk mengobati jerawat.

Namun, selalu lakukan tes pada kulit terlebih dulu sebelum mencoba berbagai obat jerawat alami tersebut untuk mencegah risiko efek samping yang mungkin terjadi.

2. Obat atau salep jerawat

Obat atau salep jerawat yang paling sering digunakan adalah mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau sulfur.

Ketiga bahan aktif tersebut sudah terbukti dapat mengobati jenis jerawat yang ringan dengan cara mengurangi kemerahan dan mempercepat proses penyembuhan jerawat.

Selain salep topikal, Anda bisa menggunakan sabun pencuci muka untuk jerawat dengan kandungan yang sama.












Berita ini telah tayang di sehatq.com, dengan judul: Penggunaan Pasta Gigi untuk Jerawat Tidak Aman, Ini Penjelasannya

Komentar