TitikNOL - Tahun 2018 menjadi momen istimewa bagi fenomena astronomi. Setelah terjadi blue moon dan blood moon pada Januari, dalam waktu kurang dari sebulan akan terjadi fenomena lain yang menghiasi langit.
Salah satu di antaranya yang paling dekat terjadi adalah gerhana matahari sebagian.
Gerhana ini disebut sebagian karena luas muka matahari yang tertutup oleh bayangan bulan maksimal hanya sebagian saja. Fenomena alam ini akan berlangsung pada 15 Februari mendatang.
Seperti diketahui secara umum, gerhana matahari hanya bisa dilihat di beberapa wilayah dalam satu waktu. Kali ini tempat paling baik menyaksikannya adalah di belahan Bumi selatan.
Antartika jadi titik paling baik untuk melihat gerhana matahari sebagian ini. Di sana, kadar gerhana matahari sebagian yang bisa dilihat bisa mencapai 60 persen.
Selain Antartika, sejumlah wilayah di Cili dan Argentina dapat menikmati fenomena tersebut. Wilayah Indonesia yang terakhir kali dilintasi gerhana matahari total pada 8 Maret 2016, dipastikan tak bisa melihat gerhana matahari sebagian nanti.
"Gerhana matahari tidak bisa terlihat di Indonesia," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin melalui pesan singkat, Kamis (1/2).
Gerhana matahari sendiri adalah fenomena astronomi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi dalam satu garis lurus. Jenis gerhana matahari pun ada bermacam-macam yakni gerhana total, gerhana sebagian, gerhana cincin, dan gerhana hibrida.
Sepanjang 2018 ini, setidaknya akan ada empat gerhana lain, termasuk gerhana matahari yang terjadi di atas langit Bumi. Sebagian pada Februari ini, dua terjadi pada Juli dan satu pada Agustus.
Melansir dari Time, pada Juli nanti akan ada gerhana matahari sebagian dan disusul gerhana bulan total. Sementara di Agustus, giliran gerhana matahari sebagian yang kembali nampak.
Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com, denang judul: Setelah Supermoon, Ada Gerhana Matahari Pada 15 Februari