Ada 4 Fakta Menarik Keikutsertaan Indonesia di Ajang Olimpiade

Tim Indonesia saat upacara pembukaan Olimpiade. (Dok: Cicak2)
Tim Indonesia saat upacara pembukaan Olimpiade. (Dok: Cicak2)

TitikNOL - Indonesia pertama kali mengiuti ajang Olimpiade pada tahun 1952 di Helsinki, Finlandia. Seiring perjalanannya, para atlet Merah Putih mencatatkan beberapa fakta menarik dalam sejarah keikutsertaannya, Selasa (12/07/16).

Olimpiade merupakan ajang olahraga internasional yang diadakan empat tahun sekali. Kompetisi Olahraga terbesar dan bergengsi di dunia ini mempertandingkan berbagai cabang olahraga yang diikuti lebih dari 200 negara dan ribuan atlet.

Indonesia sendiri secara rutin ikut berpartisipasi dalam ajang Olimpiade. Indonesia pertama kali mengikuti Olimpiade pada tahun 1952 di Helsinki, Finlandia dan tak pernah absen di tahun-tahun berikutnya kecuali pada tahun 1964 dan 1980 karena boikot sehubungan perang Soviet-Afganistan.

Namun sayang, hal tersebut nyatanya tidak dibarengi dengan prestasi tinggi dari para atlet yang berjuang dalam ajang empat tahunan ini. Indonesia masih sangat sulit bersaing dengan negara-negara lain untuk memperoleh medali emas.

Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016 akan segera bergulir bulan Agustus mendatang. Para atlet yang lolos diharapkan bisa mengembalikan tradisi membawa pulang emas ke Tanah Air yang sempat terhenti pada Olimpiade 2012 lalu.

1. Medali Pertama

Indonesia meraih medali pertamanya pada Olimpiade Seoul 1998. Adalah cabang panahan beregu putri yang menjadi satu-satunya cabor yang terlibat dan mampu meraih medali. Melalui tiga atletnya Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani, panahan beregu putri Indonesia berhasil meraih medali perak saat itu.

2. Cabor Peraih Medali

Dari banyaknya cabang olahraga, ternyata Indonesia hanya mampu menghasilkan medali dari tiga cabang saja yakni bulutangkis, Angkat besi dan panahan. Jumlahnya pun terbilang sedikit dengan total 27 medali. 

Bulutangkis: 6 emas, 6 perak dan 6 perunggu.

Angkat Besi: 5 Perak, 6 Perunggu

Panahan: 1 Perak.

3. Tradisi Terhenti

Meski minim prestasi, sejak Olimiade Barcelona 1992 Indonesia selalu meraih medali emas lewat cabang bulutangkis. Namun sayang, tradisi tersebut terhenti pada Olimpiade London 2012 lalu. 

Tak hanya gagal mempertahankan tradisi membawa pulang emas, nama bulutangkis Indonesia sempat tercoreng karena ganda putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari terkena diskualifikasi bersama tiga ganda negara lain karena dianggap mencederai fairplay dengan bermain tidak serius untuk meraih kemenangan di babak akhir fase grup.

4. Pembawa Bendera Olimpiade

Membawa bendera negara di ajang besar sekelas Olimpiade pasti menjadi kebanggaan bagi seorang atlet. Dalam sejarahnya, atlet-atlet besar Indonesia pernah dipercaya untuk membawa sang saka merah putih di hadapan dunia. 

. Muenchen 1972: Wiem Gommies (Tinju)

. Montreal 1976: Donald Pandiangan (Panahan)

. Los Angeles 1984: Luki Niode (Renang)

. Barcelona 1992: Christian Hadinata (Bulutangkis)

. Atlanta 1996: Hendrik Simangunsong (Tinju)

. Sydney 2000: Rexy Mainaky (Bulutangkis)

. Athena 2004: Krisna Bayu (Judo)

. Beijing 2000: Oka Sulaksana (Selancar)

. London 2012: I Gede Siman Sudartawa (Renang)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: www.indosport.com

Komentar