Minggu, 14 Juli 2024

Dialog Kebangsaan di UIN SMH Banten, Mahfud MD bicara soal toleransi dalam Pemilu

Suasana dialog Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. (Foto: TitikNOL)
Suasana dialog Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Jadi pembicara dalam dialog Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mantan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bicarakan soal toleransi dalam pemilu 2019.

Mahfud juga menghimbau kepada seluruh peserta yang hadiri untuk tetap menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meskipun berbeda pilihan dalam pemilu.

"Ya masih toleran, kondisi pemilu sekarang ada perbedaan kelompok tetap tidak sampai mengganggu keamanan. Perbedaan pendapat lebih ramai di medsos, ditingkat rakyat pada umumnya berjalan dengan baik," kata Mahfud di Aula Sjadzeli Hasan, Kampus UIN SMH Banten. Senin, (18/3/2019).

Ia mengatakan optimis bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang akan berjalan dengan baik dan akan menciptakan keindahan paska pencoblosan.

"Saya optimis pemilu yang ada di Indonesia itu akan berjalan dengan baik dan lancar. Segala sesuatu akan indah setelah 18 April," ungkapnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan sebagai warga negara yang memiliki asas kebebasan boleh bermusuhan secara politik namun tetap menjaga kesatuan dan persatuan dalam bernegara.

"Oleh sebab itu anda boleh bermusuhan secara politik dalam rangka kebebasan dan kesamaan kedudukan tetapi jangan merusak persatuan. Nah itu yang penting, karena sekarang ini kan gejala itu mulai timbul ya, orang sepertinya hidup mati membela pilihannya. Ya sudah pilih saja, nanti kalau sudah selesai, bersatu lagi, bangun bangsa ini jangan sampai dipecah," ungkapnya.

Disisi lain, Mahfud mengingatkan isu yang dibangun jangan menggunakan isu-isu sara. Isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa."Isu-isu yang dibangun tidak boleh yang memecah belah. Harusnya isu yang dibangun itu isu pembangunan bangsa kedepan," tegasnya. (Gat/TN2)

TAG banten
Komentar