Diperiksa Kejati Lagi, Mantan Sekdis Dindikbud Banten Irit Bicara

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Djoko Waluyo, Usai diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. (Foto: TitikNOL)Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Djoko Waluyo, Usai diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Djoko Waluyo, kembali diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Pemeriksaan ini yang kedua kalinya, setelah dua pekan lalu dilakukan pemeriksaan pertama.

Pemeriksaan ini dilakukan, atas dugaan korupsi pada proyek studi kelayakan atau Fiesibillity Study (FS) belanja jasa Konsultan senilai Rp800 juta yang diduga fiktif.

Ditemui TitikNOL usai diperiksa, Djoko tidak memberikan keterangan soal materi pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejati. Dirinya lebih memilih diam, agar tidak menimbulkan opini baru dimata publik.

"Dari pagi (diperiksa, red). Wah saya nggak inget banyak sekali pertanyaannya. Aku nggak mengomentari materi penyelidikan ya, biarin aja lah kan ini lagi proses penyelidikan, biarkan berjalan," katanya saat ditemui di Kejati Banten, Jumat (13/9/2019).

Baca juga: Kejati Periksa Mantan Sekdis Dindikbud Banten Soal Proyek Lahan

Pantauan di lapangan, Djoko keluar ruang pemeriksaan sekira pukul 15:30 WIB dengan menggunakan kemeja putih. Dilihat dari jidatnya yang mengkerut, Djoko nampak kelelahan. Pita suara yang terdengar pun kecil dan serak saat diwawancarai.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini mencuat karena dugaan kerugian negara pada Belanja Jasa Konsultasi Perencanaan untuk Belanja Modal Tanah-Pengadaan Tanah Untuk Bangunan Gedung sebesar Rp1,6 M dengan rincian belanja jasa konsultan Fisibility Studi (FS) Rp800 juta di 16 lokasi dan belanja jasa konsultan penilaian/appraisal Rp800 juta.

Namun, ternyata sampai dengan habisnya tahun anggaran 2018, pengadaan lahan diduga batal diaanggarkan. Meski batal, duit APBD Banten sudah digelontorkan untuk belanja jasa konsultan FS sekitar lebih dari Rp700 juta. (Son/TN1)

Komentar