Bahaya! Potensi Politik Uang di Tangsel Tinggi

Foto ilustrasi. (Dok: net)Foto ilustrasi. (Dok: net)

TANGSEL, TitikNOL - Politik uang di Kota Tangerang Selatan pada Pemilu 17 April 2019 rupanya cukup terbuka lebar.

Pasalnya, peluang kecurangan pemilu itu didasari tak adanya salah satu larangan dari Bawaslu setempat melarang pemilih membawa handphone di dalam tempat pemungutan suara (TPS).

Potensi politik uang bisa terjadi dengan cara prabayar dengan cara memberikan barang maupun uang sebelum pemilih menyalurkan hak pilihnya ke dalam TPS.

Sedangkan politik uang pasca bayar bisa terjadi ketika pemberian barang atau uang dilakukan setelah pemilih melakukan pencoblosan ke dalam TPS dengan memberikan bukti pilihannya melalui foto handphone yang telah dijanjikan oleh pihak tertentu.

Komisioner Bawaslu Kota Tangerang Selatan, Ahmad Jazuli menyampaikan bahwa tidak ada aturan bagi pemilih yang membawa handphone saat berada di dalam TPS.

"Pakai Hp yang dilarang, karena yang disebut suara sah nyoblos pakai paku. Yang pasti tidak diatur mengenai larangan bawa HP ke dalam TPS. Dan yang diatur kalau orang lain membantu pemilih yang disabilitas wajib merahasiakan pilihan orang tersebut," kata Ahmad Jazuli kepada TitikNOL, Sabtu (9/3/2019).

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak dalam pengamatannya menilai masih tingginya potensi politik uang di Tangerang Selatan.

Menurutnya, pengamatan itu didasari berdasarkan beberapa hasil riset ternyata masyarakat juga permissif terhadap politik uang.

"Jadi ada dua arus ketemu, yakni upaya politisi untuk menjangkau pemilih secara instan melalui politik uang dan masyarakat pemilih yang membuka tangannya atas politik uang tersebut," jelas Zaki Mubarak.

Kendati demikian, Zaki menambahkan politik uang terjadi akibat adanya jumlah calon yang banyak dan pengenalan pemilih yang rendah terhadap caleg-caleg yang berkontetansi di Pemilu 2019.

"Ideologi sudah tidak begitu signifkan lagi, tidak ada perbedaan antara satu caleg dengan caleg yang lain. Program caleg juga banyak asal-asalan. Di Tangsel ngga ada bedanya dengan daerah lain, potensi politik uang juga tinggi," bebernya.

Lebih lanjut, menurut dia cara-cara praktek politik uang di Tangerang Selatan dalam perhatiannya sudah terjadi sejak lama. Cara itu sudah dilakukan dan dikemas melalui pengajian, temu warga, dan ada beberapa lagi yang dianggap masih jauh dalam mengharapkan politik yang beradab, berintegritas dan berkualitas. (Don/TN1).

Komentar