TitikNOL- Sakit jantung tidak selalu berakhir dengan kematian. Namun beberapa kondisi penyakit jantung bisa menyebabkan cacat hingga demensia.
Dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah, Vito Damay mengatakan fibrilasi atrium atau dikenal dengan istilah AFib bisa menyebabkan stroke hingga demensia jika tak ditangani lebih lanjut.
Memang belum banyak yang mengetahui penyakit yang satu ini. Padahal AFib tak bisa dianggap remeh, meski gejalanya terkadang tak disadari oleh penderitanya.AFib kata Vito, adalah salah satu kelainan irama pada jantung yang cukup berat. Kelainan ini bisa berupa jantung terlalu lemah atau bahkan terasa terlalu cepat memompa.
"Beratnya memang bukan menyebabkan kematian, tapi bisa menyebabkan cacat. 30 persen kasus orang yang terkena stroke diakibatkan oleh AFib," kata Vito dalam Konferensi Pers Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Menyambut Hari Jantung Sedunia 2021 yang digelar secara daring, Senin (27/9).
Dia menambahkan, hal ini bisa diumpamakan saat orang hendak menghadapi ujian dan merasa tegang jantung memang akan memompa lebih cepat. Sebaliknya saat tidur atau beristirahat jantung akan memompa lebih lambat.
Hal ini adalah sesuatu yang normal sebab jantung memang memompa darah ke otak dan organ tubuh lainnya. Berbeda dengan AFib, jantung memang seolah berdetak cepat, namun kenyataanya dia tidak betul-betul memompa, jantung hanya bergetar dan mengocok jantung Anda.
"Sehingga muncul pembekuan darah di dalam pembuluh darah. Nah darah beku ini kalau diantarkan ke otak, itu timbulah menjadi namanya stroke," kata Vito.
Inilah yang membuat orang cacat sebagian di tubuhnya. Misal kata Vito tidak bisa menulis, berjalan, bahkan ada yang mengalami kesulitan berbicara.
"Lidah kaku akibat AFib," katanya.
Gejala AFib yang umum bisa dirasakan yakni detak jantung terlalu cepat dan tidak beraturan. Bahkan penderita bisa mengalami serangan panik secara tiba-tiba akibat detak jantung ini.
Tak hanya itu, penderita juga bisa mengalami pusing, sesak, hingga kelelahan. Namun gejala-gejala tersebut tak muncul secara terus-menerus. Inilah yang menyebabkan orang terkadang mengabaikan penyakit AFib.
Oleh karena itu kata Vito, pemeriksaan rutin terhadap jantung memang harus dilakukan. Ini berguna untuk mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin ada dalam tubuh.
"Bisa dideteksi dengan EKG, pemeriksaan listrik jantung. Terutama orang yang punya riwayat hipertensi harus rutin melakukan pemeriksaan, karena hipertensi punya risiko tinggi terkena AFib," katanya.
Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com Judul: AFib, Masalah Jantung yang Bisa Sebabkan Cacat dan Demensia