Niat dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Ilustrasi. (Dok: Pikiranrakyat)
Ilustrasi. (Dok: Pikiranrakyat)

Berpuasa menjadi salah satu ibadah sunah yang bisa dijalankan umat Muslim jelang Iduladha. Salah satu puasa yang bisa dijalankan adalah puasa Dzulhijjah.

Puasa Dulhijjah menjadi salah satu puasa sunah jelang Iduladha, selain puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Puasa sunah ini dapat dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, yang merupakan hari istimewa. "

Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah pada hari itu daripada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari [pertama] Dzulhijjah," bunyi Hadis Riwayat (HR) Imam Bukhari.

"Apakah jihad juga tidak sebanding dengan beramal pada sepuluh hari tersebut? Rasulullah menjawab, 'Tidak, kecuali ia mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah [mati syahid]'," bunyi HR Ibnu Majah.

Tak hanya itu, keutamaan lain dari puasa Dzulhijjah adalah dikabulkannya doa-doa yang dipanjatkan, dijauhkan dari sifat munafik, dipenuhi rasa cinta kasih, serta dijaukan dari kesusahan.

Niat dan Tata Cara

Sama seperti puasa lainnya, puasa Dzulhijjah dimulai dengan niat, lalu menahan diri dari lapar, hawa nafsu, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak matahari terbit hingga tenggelam.

Adapun niat puasa Dzulhijjah adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'ala."

Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com, dengan judul: Puasa Dzulhijjah Jelang Iduladha: Niat dan Keutamaan

Komentar