Jum`at, 4 April 2025

Identitas Pemilik Potongan Tangan di Sungai Cimadur Terungkap

Ilustrasi. (Dok: Republika)
Ilustrasi. (Dok: Republika)

LEBAK, TitikNOL - Polres Lebak ungkap hasil identifikasi pemeriksaan sidik jari, terhadap potongan tangan bagian kanan yang ditemukan di pinggir sungai Cimadur, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah pada tanggal 7 Desember 2020.

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma mengatakan, berdasarkan hasil sidik jari di rumah sakit Adji Dharmo Rangkasbitung, 70 persen potongan tangan itu menunjukan kepada korban longsor di Desa Citorek, Kecamatan Cibeber.

Dari hasil sidik jari, potongan tangan itu milik MH (37), warga Kampung Pasir Nangka, Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber. Pada tanggal 7 Desember 2020, korban bersama 5 warga lainnya dikabarkan jadi korban longsor.

"Setelah di rumah sakit Adjidharmo kita sidik jari, karena tangan masih utuh. Alhamdulillah setelah disidik jari, tim identifikasi menemukan 70 persen identitas mirip dengan salah satu korban yang memang betul di daerah Kecamatan Cibeber ada longsor," katanya saat dihubungi TitikNOL, Selasa (8/12/2020) kemarin.

Menurutnya, dari jumlah enam orang yang jadi korban longsor, tiga di antaranya telah ditemukan meninggal dunia sekira pukul 17:00 WIB. Sedangkan tiga korban lainnya beserta anggota tubuh MH masih dilakukan pencarian.

"Jadi kejadian longsor, korbannya ada 6 orang dan dinyatakan meninggal dunia. 3 orang ditemukan udah kondisi meninggal dan 3-nya belum ditemukan. Salah satunya identitas tersebut," ungkapnya.

"Longsornya pas hari itu, tepatnya tanggal 7 Desember 2020. Jadi yang 3 orang baru ditemukan hari ini jam 5 sore (17:00 WIB). Longsornya di Kecamatan Cibeber, di kawasan Taman Nasional Gunung Salak, Desa Citorek," tambahnya.

Baca juga: Polisi Identifikasi Potongan Tangan di Sungai Cimadur, Ini Ciri-cirinya

Ia menerangakan, sejauh ini atas hasil sidik jari tidak ada indikasi pembunuhan. Mengingat, 70 persen data korban telah terverifikasi. Disisi lain, pihaknya juga masih melengkapi hasil dari sidik jari, untuk memastikan benar-benar tangan milik korban yang diberitakan karena longsor.

"Alhamdulillah bukan (indikasi pembunuhan), tapi untuk sementara hasil unit identifikasi 70 persen sidik jarinya mengarah ke salah satu korban yang kena longsor. Mungkin karena longsornya tanah bercampur aliran sungai, ya mungkin begitu. Mudah-mudahan 3 korban lagi ditemukan nanti, masih ditemukan TNI-Polri di Kecamatan Cibeber," terangnya.

Ia menuturkan, pihak keluarga atas identitas potongan tangan itu dikabarkan akan menjemput anggota tubuh korban di rumah sakit Adji Dharmo Rangkasbitung.

"Keluarga tadi jam 6 sore (18:00 WIB) tadi saya di infokan sudah mau merapat ke Adji Dharmo," tuturnya. (Son/TN1)

Komentar