Polisi Identifikasi Potongan Tangan di Sungai Cimadur, Ini Ciri-cirinya

Ilustrasi. (Dok: Timesindonesia)
Ilustrasi. (Dok: Timesindonesia)

LEBAK, TitikNOL - Penemuan potongan tangan sebelah kanan di pinggir sungai Cimadur, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, masih menjadi misteri.

Hingga kini, pihak Kepolisian masih melakukan identifikasi untuk mengungkap faktor berpisahnya tangan dengan anggota tubuh yang lain. Mengingat, di tangan itu ada sebuah tali berwarna hitam yang melingkar di pergelangan tangan dan sobekan di bagian siku.

Kepala Desa Bayah Timur Iyep Iswahyudi mengatakan, sejauh ini belum ada laporan warga yang kehilangan anggota tubuh atau keluarganya.

"Nggak ada, sementara ini kami belum menerima (laporan kehilangan dari warga)," katanya saat dihubungi, Selasa (8/12/2020).

Ia menceritakan, awal mula potongan tangan itu ditemukan oleh anak-anak yang hendak membersihkan badan di sungai Cimadur, setelah letih bermain bola. Terlebih, kondisi sungai Cimadur usai meluap.

Setelah tiba di pinggir sungai, anak-anak kaget melihat potongan tangan yang tergeletak di pasir tanpa anggota tubuh lengkap. Setelah itu, mereka melaporkan penemuan itu kepada warga dan Polsek Bayah.

"Anak kecil pada main mau mandi di sungai, beres main bola. Pas mau mandi melihat potongan tangan di pinggir sungai. Bukan (di tengah sungai), di pinggir. Langsung ngasih tahu orang dewasa. Ramai disitu. Setelah laporan ke saya, langsung di laporkan ke Polsek. Itu doang yang tahunya," tuturnya.

Baca juga: Warga Desa Bayah Timur Geger Temukan Potongan Tangan Manusia di Sungai Cimadur

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bayah Brigadir Agus menerangkan, potongan tangan yang ditemukan warga telah dibawa ke RSUD Adji Dharmo Rangkasbitung untuk dilakukan visum.

"Sementara belum keluar (hasil visum). Kalau ke Polsek belum ada laporan kehilangan. Kalau ke Polsek Bayah belum ada," terangnya.

Ia belum bisa memastikan indikasi dari penemuan potongan mayat tersebut, sebelum hasil visum keluar. Sejauh ini, Polsek Bayah masih fokus pada pengumpulan keterangan dari saksi-saksi.

"Kami belum bisa menyimpukan, baru tahap pemeriksaan saksi-saksi yang menemukan. Justru itu (faktor kematian) belum bisa menyimpulkan, takut menyimpulkan salah lagi. Itu yang berhak ahli Porensik yang bisa menentukan, karena kecelakaan atau luka yang lain gitu. Kami lebih fokus ke keterangan saksi-saksi," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar