Kemendes PDTT Gaet XL Axiata Tingkatkan Kemampuan Masyarakat dalam Penggunaan Internet

Dirjen PDT Kemendes Samsul Widodo saat foto bersama dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Group Head Corporate Communications PT. XL Axiata, Tbk, Tri Wahyuningsih. (Foto: TitikNOL)
Dirjen PDT Kemendes Samsul Widodo saat foto bersama dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Group Head Corporate Communications PT. XL Axiata, Tbk, Tri Wahyuningsih. (Foto: TitikNOL)

PANDEGLANG, TitikNOL - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT), menggaet PT XL Axiata Tbk (XL Axiata).

Kerjasama dilakukan, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di wilayah pedesaan dalam memanfaatkan keunggulan teknologi internet cepat dan media sosial (medsos) guna meningkatkan produktivitas ekonomi lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) daerah tertinggal dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Melalui program Sisternet, XL Axiata sangat antusias menyambut kerjasama dengan Kemendes PDTT dalam mengimplementasi program kerjasama dengan sebuah lokakarya atau workshop calon pengelola BumDes Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo mengatakan, strategi untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal salah satunya melalui pengembangan perekonomian masyakakat. Salah satunya peningkatan pengelolaan BumDes ini, tentu diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Ini adalah upaya kita, karena bekerja itu harus bersama sama. Salah satunya kita menggaet Xl dan Belanja.com untuk pengembangan pengelolaan BumDes di Pandeglang ini,” kata Samsul, Selasa (17/4/2018).

Samsul menjelaskan saat ini, sebanyak 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari 262 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet.

Pada Januari 2018, jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai 130 juta akun sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara pengguna Facebook terbesar ke-4 di dunia.

“Bekerja sama dengan xl tentu nanti, para pengelola BumDes di Pandeglang nanti akan diberikan pembelajaran bagaimana menggunakan internet, dan memasarkan produk unggulannya melalui internet,” jelasnya.

Melalui pengembangan digital ekonomi, masyarakat di daerah tertinggal lanjut Samsul, tentu diharapkan dapat langsung berjualan secara online. Hal ini akan membuka link antara desa-desa di daerah tertinggal dengan kota-kota pusat pertumbuhan melalui teknologi informasi.

Sementara itu, Group Head Corporate Communications PT. XL Axiata, Tbk, Tri Wahyuningsih mengatakan, XL Axiata sejak awal berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat dalam memasuki era digital.

"Hal itu kami wujudkan dengan terus memperluas wilayah layanan data dan internet cepat 4G hingga ke pelosok-pelosok daerah di hampir seluruh provinsi Indonesia," ujarnya.

“Kami menggelar program-program yang bersifat memperluat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan internet untuk tujuan produktif, baik guna meningkatkan perekonomian, pendidikan, maupun aktivitas sosial ekonomi lainnya. Kami menyambut baik kerjasama dengan Kementerian Desa ini, yang insyallah akan meliputi berbagai wilayah di Tanah Air dalam setahun ke depan," lanjut Tri.

Tri menjelaskan, melalui program workshop ini xl tentu akan memberikan pembelajaran kepada para pengelola BumDes di Pandeglang dan Lebak dalam segi pemasaran melalui digital.

”Tentu nanti kita berikan pembelajaran bagaimana cara memasarkan produk melalui internet,” jelasnya.

Selain workshop, lanjut Tri peningkatan kapasitas dalam ekonomi digital, di dalam waktu dan tempat yang sama, XL Axiata melalui Sisternet juga menyelenggarakan workshop mengenai pemeliharaan kesehatan kulit.

”Selain Workshop ini, juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat guna mencegah berkembangnya wabah penyakit kulit di lingkungan mereka,” tegasnya

Tentunya Tri berharap, program dan kerjasama ini akan mampu mengurangi angka pengangguran di daerah tertinggal yang ada di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak dengan tersedianya tenaga kerja terampil yang nantinya akan dapat membuka lapangan usaha sendiri dan tidak tergantung dengan perusahan.

“Tentu kerjasama ini juga diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat khususnya perempuan dalam bidang pengelolaan manajemen usaha di bidang ekonomi digital sebagai bekal untuk pengelolaan BUMDes yang lebih maju dan berkembang,” tukasnya. (Gat/TN1)

Komentar