TitikNOL - Saat seseorang terkena diabetes, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup. Mereka tidak bisa lagi makan makanan yang terlalu manis dan harus banyak bergerak.
Pasien diabetes juga harus terus mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter agar kadar gula darahnya stabil. Tapi sebuah penelitian mengungkapkan ada metode latihan yang bisa membuat seseorang sembuh dari diabetes dan tidak lagi tergantung dengan obat.
Metode latihan itu adala HIIT atau latihan intensitas tinggi dalam waktu tertentu. Biasanya orang yang terkena diabetes cenderung beraktivitas fisik dengan berjalan cepat. Namun ternyata hal itu tidaklah cukup.
HIIT diyakini bisa membantu melawan resistensi insulin yang tinggi. Terlebih jika dilakukan bersamaan dengan diet ketat. Dengan begitu, penderita diabetes tidak lagi memerlukan obat untuk menurunkan kadar glukosa.
Hal ini didapatkan setelah peneliti dari Univeristas Umum Navarre di Pamplona Spanyol yang dipimpin oleh Profesor Mikel Izquierdo menganalisis 40 perempuan yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok dengan tingkat resistensi insulin tinggi dan rendah. Kedua kelompok menjalani program HIIT selama 10 minggu.
Para peneliti mendapatkan hasil di mana lebih dari sebagian besar perempuan yang berisiko terkena diabetes tipe 2 memperbaiki kesehatan jantung, menurunkan kadar glukosa, dan mendapatkan kadar insulin normal setelah menjalani program latihan. Sedangkan perempuan yang kadar insulinnya rendah mengalami penurunan berat badan karena lemak dalam tubuh berkurang setelah melakukan metode HIIT.
Dari hasil ini bisa ditarik kesimpulan olahraga HIIT membantu seseorang menurunkan kadar gula darah karena otot yang bekerja menggunakan lebih banyak glukosa.
Lalu ada studi lain yang dilakukan oleh peneliti dari Kopenhagen Rigshospitale yang mendukung hasil penelitian ini. Peneliti menganalisis 100 orang pasien yang sudah menderita diabetes tipe 2 kurang dari 10 tahun tanpa komplikasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok di mana satu kelompok mengikuti rencana perawatan standar untuk diabetes dan kelompok lainnya diberi rejim gaya hidup yang lebih intens.
Kelompok yang diberi latihan intens melakukan latihan ketahanan lima hingga enam kali per minggu selama 30-60 menit per sesi. Mereka juga mengikuti diet ketat yang kaya buah dan serat, konsumsi makanan yang lemak jenuhnya rendah, dan menghindari makanan olahan. Hasil penelitian menunjukkan manajemen gaya hidup melalui diet dan latihan intensif membawa kadar gula darah ke kisaran nondiabetes.
Selain itu, tiga perempat dari mereka yang berada dalam kelompok intensif memerlukan lebih sedikit obat diabetes. Sedangkan di kelompok yang menjalani perawatan standar, hanya ada seperempat orang bagian dari kelompok untuk menurunkan frekuensi minum obat.
Namun, tidak semua ahli setuju dengan hasil penelitian ini. Dr Joel Zonszein, direktur pusat diabetes klinis di Montefiore Medical Center, New York memperingatkan bahwa penderita diabetes tidak boleh menghilangkan obat mereka. Dia menyarankan agar gaya hidup sehat harus selalu diadopsi dalam kombinasi dengan pengobatan.
"Obat dan perubahan gaya hidup itu penting. Bila pasien diabetes mengombinasikan kedua hal itu, maka kinerjanya akan lebih baik. Penting untuk mempertimbangkan efektivitas biaya obat beserta biaya yang lain. Banyak biaya datang karena adanya komplikasi diabetes akibat penggunaan obat yang tidak sesuai," kata Dr Joel seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Berita ini telah tayang di okezone.com, dengan judul: Cukup Olahraga HIIT, Kadar Gula Darah Jadi Stabil, Penderita Diabetes Tak Perlu Minum Obat?