Kenali Makanan Organik dan Apakah Lebih Menyehatkan?

Foto ilustrasi makanan organik. (Dok:net)
Foto ilustrasi makanan organik. (Dok:net)

TitikNOL - Dengan semakin tingginya kesadaran hidup sehat saat ini, mengonsumsi makanan organik juga kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Di supermarket, Anda bisa melihat rak dengan jajaran makanan organik. Menemukan restoran yang menyediakan menu makanan organik juga kini tidak sulit. Namun, benarkah makanan organik lebih menyehatkan daripada makanan nonorganik?

Produk makanan organik ada beragam, namun pada dasarnya makanan organik adalah makanan yang bisa Anda produksi sendiri. Sayuran, misalnya, Anda bisa menanamnya sendiri dan pastikan Anda tidak menggunakan pestisida. Penggunaan pestisida membedakan makanan organik dan nonorganik. Jika Anda ingin mendapatkan sayuran organik, tanamlah sendiri di pekarangan rumah Anda. Daging pun kini tersedia dalam bentuk organik. Daging organik adalah daging dari hewan yang sama sekali tidak disuntik hormon agar hewan tersebut tumbuh besar. Hewan-hewan tersebut juga menjalani diet organik dengan hanya mendapatkan makanan-makanan bergizi tinggi sehingga mereka tumbuh sehat.

Produk organik lainnya yang bisa Anda temukan di supermarket adalah beras, susu, telur, udang, bahkan kopi. Banyak orang berpendapat bahwa mengonsumsi makanan organik berhasil membuat tubuh mereka lebih sehat. Namun, ternyata ada sebuah penelitian yang mengungkapkan fakta mengejutkan tentang makanan organik. Ternyata, makanan organik tidak lebih sehat daripada makanan nonorganik.

Ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Crystal Smith-Spangler dari Universitas Stanford, seperti yang dilansir di Kompas.com. Penelitian ini mengungkapkan bahwa jumlah vitamin dalam produk organik dan nonorganik, baik hewani maupun nabati, sebenarnya sama sekali tidak berbeda. Perbedaan hanya ditemukan dalam jumlah asam lemak omega-3 dalam susu organik dan daging ayam organik, namun ini pun hanya ditemukan dalam sedikit penelitian.

Akan tetapi, jumlah residu pestisida dalam produk organik memang jauh lebih sedikit dibandingkan produk nonorganik, yaitu hanya sebanyak 7% dari sampel yang diteliti. Penemuan lainnya juga mengungkapkan bahwa daging ayam dan daging babi organik mengandung lebih sedikit bakteri yang tidak mempan terhadap antibiotik sebanyak 33%. Dengan kata lain, makanan organik memang memiliki lebih sedikit bahan kimia, bakteri, dan asam lemak omega-3 yang dibutuhkan tubuh, meski kandungan vitamin di dalamnya sama dengan makanan nonorganik.

Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati saat membeli produk makanan organik di dalam kemasan. Meski berlabel organik, Anda tetap harus memeriksa kadar gula, garam, dan kalori di dalamnya yang tercantum dalam label karena biasanya kandungan ketiga zat tersebut masih tinggi. Lebih baik membeli makanan organik langsung dari petani lokal. Untuk buah, belilah buah yang sesuai musimnya sehingga kemungkinan adanya zat pengawet yang ditambahkan lebih sedikit.

Memilih makanan organik adalah langkah baik untuk memulai hidup sehat karena bebas dari kontaminasi zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, makanan organik juga tidak mengandung pengawet. Semua ini bisa membuat pencernaan Anda lebih sehat dan Anda sedikit lebih jauh dari berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan dari zat-zat tersebut.

 

 

 

 

 

Sumber: www.healthylifeid.com

Komentar