Senin, 7 April 2025

Langkah Sukses Mendirikan Clothing Line Sendiri

Ilustrasi. (Dok: nationalskillindiamission)
Ilustrasi. (Dok: nationalskillindiamission)

TitikNOL - Industri mode Indonesia kian mencuri perhatian dari negara lain di beberapa tahun terakhir. Inilah yang membuat bisnis di bidang mode semakin menjamur dan banyak label busana baru bermunculan dari para desainer dan fashionpreneur muda.

Bisnis di bidang mode salah satunya ialah melalui clothing line. Nah, bagi Anda salah satunya yang ingin memulai bisnis di industri mode, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mendirikan clothing line.

Mengembangkan dan melakukannya
Mengutip Allwomenstalk, Selasa (7/2/2017), hal pertama yang perlu dilakukan adalah memikirkan modal, berapa besar modal awal dan darimana modal tersebut didapatkan. Ini akan membantu Anda fokus terhadap pengeluaran untuk produksi dan tidak mencampurkannya dengan pengeluaran pribadi.

Berikutnya, membuat rencana bisnis, seperti strategi pemasaran dan target market yang dituju. Dengan begitu, Anda bisa menganalisis kompetitor, merencanakan distribusi, dan mengestimasi penjualan. Jika ingin lebih serius, lakukan konsultasi masalah keuangan kepada ahlinya nanti.

Pilih spesialisasi yang diinginkan
Pastikan dari semua gaya lini busana yang ada, Anda harus fokus dengan memilihnya salah satu. Misalnya, jika Anda ingin membuat pakaian wanita, fokuslah membuat busana bergaya feminin, begitu pula untuk selanjutnya. Nah, jika sudah stabil Anda bisa mengembangkan bisnis yang lain namun tetap menjadi satu kesatuan. Misalnya, merambah bisnis aksesori feminin yang sesuai dengan koleksi busananya.

Diungkapkan pula oleh desainer kenamaan Barli Asmara, pastikan koleksi busana yang dihadirkan harus memiliki DNA atau identitas yang membedakan dengan karya desainer lainnya. Penting juga busana yang akan dijual membuat siapa pun yang melihatnya berpikir jika karya tersebut bisa dikenakan.

“Pastikan mereka punya identitas dan barang tersebut ketika diunggah melalui sosial media atau website kemudian dilihat orang, optical illusion kita langsung berpikir kalau busana ini bisa dipakai,” tutur Barli saat ditemui di kawasan Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jadilah fashionpreneur, bukan desainer
Mimpi dan passion Anda mungkin sudah menjadi desainer ternama, seperti Dian Pelangi, Barli Asmara, atau Karl Lagerfeld sekali pun. Namun, ketahuilah jika ingin bisnis clothing line sukses, Anda juga harus berpikir layaknya seorang pebisnis atau dalam dunia mode dikenal dengan fashionpreneur.

Yang mana Anda harus mencari peluang, mengolah berbagai potensi, dan mencari keuntungan. Bila perlu Anda juga bisa mengikuti berbagai seminar bisnis dan manajemen untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan bisnis di dunia nyata.

Membeli material busana
Salah satu pengeluaran terbesar datang dari pembelian material busana. Oleh karena itu, pintar-pintarlah dalam mencari tempat murah dan membelinya dalam jumlah besar agar harganya pun bisa lebih murah. Perihal produksi, Anda bisa membuat karya dalam skala kecil di awal sebagai sampel, seperti dua hingga tiga artikel.

Merekrut orang lain
Dalam melakoni bisnis memang tak bisa seorang diri. Apalagi untuk menjahit, melakukan produksi hingga promosi pakaian membutuhkan bantuan orang lain. Nah, tak ada salahnya yang baru memulai bisnis untuk merekrut teman-teman yang Anda percaya untuk membantu. Anda bisa membagi tugas, seperti ada yang mengatur produksi, promosi, menjahit, sementara Anda bisa fokus dalam merancang desain.

Bertindak sebagai profesional
Melakoni bisnis clothing line, mulailah dengan membuat karya berupa sampel sekira dua hingga tiga artikel yang memudahkan konsumen dalam melihat koleksi. Anda bisa merekrut atau meminta bantuan sebagai model dan fotografer agar biayanya lebih murah.

“Bisa dimulai dengan membuat sampel, dua sampai tiga artikel, kemudian promo di Instagram dan website dengan video. Itu yang saya ajarkan kepada mereka,” tambah Barli.

Nah, jika Anda memiliki modal yang cukup, bisa menampilkan karya di ajang pagelaran busana bergengsi. Dengan begitu, label Anda akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Pemilihan ikon atau muse juga bisa dilakukan untuk mempromosikan label sekaligus meningkatkan flukatuasi pembelian.

Sumber: www.okezone.com

Komentar