TitikNOL - Spons pencuci piring selalu diganti secara berkala karena terlihat kotor dan penuh kuman. Namun bagaimana dengan shower puff di kamar mandi tak terlihat kotor? Pernahkah terpikir untuk menggantinya?
Sering kali spons khusus membersihkan badan ini tidak pernah diganti sampai rusak. Padahal inilah yang menyebabkan penumpukkan kuman, bakteri dan jamur.
Menurut Dr. Stafford Broumand, seorang ahli bedah plastik ternama dan profesor klinis asosiasi dari operasi plastik di Gunung Sinai Medical Center. Bakteri justru tertarik pada kelembapan dan justru lebih suka tumbuh di tempat seperti itu.
"Kebanyakan bakteri justru berkembang di tempat lembab seperti shower puff. Beberapa bakteri itu seperti aeruginosa,"
Bakteri ini yang sering hinggap ditempat lembap dan terbilang berbahaya karena tahan terhadap bahan kimia berupa antibiotik dan biasanya ada di pusaran air, kolam renang bahkan kolam air panas. Biasanya bakteri inilah yang menyebabkan benjolan kulit dan membuat kulit memerah.
Kemudian bakteri yang cukup berbahaya, seperti acinobakter yang bisa menyebabkan iritasi kulit, luka, bisul dan pembengkakan serta candida yang mengarah pada ruam di sekitar mulut dan memperparah kondisi iritasi yang dialami di sekitar kulit.
Semua bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh lewat folikel rambut dan pori-pori kulit saat Anda menggunakannya. Meski air yang digunakan mengandung klorin (pada air yang mengandung kaporit) hal itu tidak membunuh bakteri, kuman dan jamur. Cairan kimia tersebut hanya memperlambat pertumbuhannya saja.
Karena dipandang sebagai sumber bakteri, kuman dan jamur merugikan. Sekira 90 persen dermatologis tidak menyarankan penggunaan shower puff atau spons mandi tersebut.
Sumber: www.okezone.com