Jum`at, 4 April 2025

Ini Sosok Penggagas Lambang Garuda Pancasila, Punya Istri Berdarah Belanda

Rancangan Garuda Pancasila oleh Sultan Hamid II (Foto: info pendidikan dan biologi)
Rancangan Garuda Pancasila oleh Sultan Hamid II (Foto: info pendidikan dan biologi)

TitikNOL - Lambang Pancasila dengan burung garuda merupakan hal terpenting dalam perjalanan sebuah Bangsa. Sebab, lambang itu menjadi dasar rakyat bernegara.

Di sisi lain, Pancasila merupakan bagian dari kemufakatan agar rakyat bahagia di negara yang sama, meski banyak perbedaan mulai dari suku, budaya, agama dan lainnya.

Namun, tidak semua orang tahu sosok pencetus atau penggas dar lambang Garuda Pancasila.

Ternyata, pencetus dari lambang negara itu bukan orang yang tepat. Dia adalah putra sulung Sultan Pontianak ke-6 Sultan Syarif Muhammad Alkadrie.

Nama lengkap perancang lambang negara itu adalah Syarif Abdul Hamid Alkadrie atau yang kerap disapa Sultan Hamid II. mengalirkan darah pada tubuh Arab dan Indonesia.

Tetapi, Sultan Hamid II ini memiliki istri berdarah Belanda yang lahir di Surabaya yakni Didi Van Delden. Kemudian, keduanya dikaruniai dua orang anak.

Adapun rancangan tentang Garuda Pancasila, Sultan Hamid II yang menjabar sebagai Portofolio Menteri Negara Zonder yang ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan dan merumuskan lambang negara.

Kemudian 10 Januari 1950, panitia lencana negara dibentuk oleh Muhammad Yamin.

Saat itu, ada dua rancangan terbaik tentang lambang negara yakni milik M. Yamin dan sultan Hamid II. Dalam musyawarah pemerintah dan DPR, akhirnya memilih rancangan milik Sultan Hamid II.

Tidak sampai di situ, rancangan itu mengalami perubahan kembali sesuai dengan proposal. Salah satunya proposal dari Soekarno dan Hatta tentnag pergantian cengkraman pita berwarna merah putih di kaki garuda, yang diganti dengan pita putih dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selanjutnya, pada 8 Februari 1950 rancangan itu juga mendapat masukan dari pihak Masyumi yang berkaitan dengan gambar tangan dan bahu manusia memegang kontrol dan dianggap bersifat mitoogis.

Hingga akhirnya gambar rancangan lambang negara itu disempurnakan dan diterima oleh semua golongan, serta sah menjadi lambang negara. ( TN3 )

Komentar