Jum`at, 4 April 2025

Program Padi Jagung dan Kedelai Diluncurkan Lagi

Ilustrasi. (Dok: Detik)
Ilustrasi. (Dok: Detik)

LEBAK, TitikNOL - Meski banyak pihak yang menyebut gagal, namun program Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) akan kembali dilaksanakan oleh Dinas Pertanian.

Mantri Tani Desa (MTD) Malingping Selatan, Usup kepada wartawan menuturkan, bahwa program tersebut akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Untuk Desa Malingping Selatan ada sekitar 5 hektar yang akan dilaksanakan, dan data tersebut sudah masuk dalam CPCL (Calon Petani Calon Lahan)," ujarnya.

Usup juga menjelaskan soal pembagian bibit jagung tergantung luas areal lahan yang akan ditanami. Adapun mengenai program, pihaknya mengaku jika Pajale merupakan program nasional.

"Kalau pembagian bibit jagung kalau tidak salah sistemnya 1 hektar 25 kilo, jadi ya tinggal dikalikan saja, kalau terkait dikatakan gagal dan sebagainya ya saya kurang tahu, program ini tetap akan dijalankan karena program nasional," jelasnya.

Sementara UPT Pertanian Malingping, Tohir mengaku belum mengetahui secara jelas berapa kisaran lahan untuk program tersebut.

"Untuk seluruh Malingping program jagung belum ada, adapun kalau ada ya itu baru data yang masuk CPCL, dan perhektar itu 15Kg bukan 25, serta untuk tahun 2019, hasil rapat kemarin di kabupaten tidak ada pupuk untuk tanaman jagung," kata Tohir.

Ditambahkannya, program jagung boleh dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tani.

"Bagi masyarakat yang mau tanamkan jagung seperti di halaman, kebun atau pekarangan rumahnya itu pun boleh saja, tinggal koordinasi dengan Poktan, karena penyalurannya melalui Poktan sebagai wadah agar tidak semrawut pembagiannya," terang Tohir.

Kata dia, mengenai tidak sinkronnya antara luas lahan dan hasil panen jagung, ada beberapa kendala yang harus diketahui publik agar tidak berpikir negatif ke kami.

"Terkadang kita hanya lihat luas lahan lalu prediksi hasilnya, dilapangan tak semudah itu, ada beberapa kendala teknis, seperti faktor cuaca, lalu jarak tanam, dan penanaman. Petani di kita terkadang asal-asalan tidak memakai jarak tanam, lalu ketika menanamkan benih jagung pun terkadang dua, maka itupun akan pengaruhi dengan yang sudah diperhitungkan," paparnya. (Gun/TN1)

Komentar