LEBAK, TitikNOL - Sejumlah kelompok tani kedelai penerima bantuan benih kedelai di Kabupaten Lebak khususnya di wilayah Kecamatan Bojongmanik, mengeluhkan soal distribusi bantuan benih kedelai yang diterima para kelompok tani tidak tepat waktu.
Padahal, seharusnya kegiatan distribusi benih kedelai dari program ketahanan pangan kedelai yang dibiayai APBN-P tahun 2017 dari Kementerian Pertanian Pusat itu sudah harus rampung disalurkan.
Namun nyatanya, hingga memasuki awal tahun 2018 saat ini, distribusi masih berjalan.
Selain itu, benih kedelai yang dikirim oleh pihak distributor seperti ke wilayah Kecamatan Bojongmanik terancam tidak dapat ditanam.
Sebab, para petani di wilayah setempat dimusim penghujam ini tengah menggarap lahan sawahnya untuk menanam padi.
Hal itu diakui Anang Kusnadi Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Bojongmanik, kepada wartawan saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Kata Anang, bantuan benih kedelai untuk wilayah Kecamatan Bojongmanik baru sebagian di salurkan kepada poktan-poktan.
Dijelaskannya, benih kedelai bantuan akan ditanam dilahan seluas 90 hektar di sembilan desa di Kecamatan Bonjongmanik.
Menurutnya, sebagian besar wilayah UPTD Pertanian lainya pun di Kabupaten Lebak banyak mengeluhkan dan merasa keberatan dengan didistribusi atau pengiriman benih kedelai yang datang tidak tepat waktu.
Sebab kata Anang, kondisi saat ini musim penghujan dan sebagian lahan pertanian tengah ditanami padi oleh para petani. Sehingga, dikhawatirkan benih kedelai tidak akan tertanam oleh para poktan sehingga akan berdampak pada target hasil produksi kacang kedelai yang tidak akan tercapai.
"Kalau berlebihan begini dimana lahannya, teknologi budi daya kedelai ini kan harus yang terampil. Ini kan besar-besaran, aturan tepat sasaran karena terkendala lahan jadi tidak akan tepat sasaran apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini," ujar Anang kepada wartawan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, distribusi bantuan benih kedelai di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Lebak saat ini tengah berjalan.
Di Kecamatan Muncang, sebanyak tiga ton didistribusikan oleh pihak distrubutor dari PT. Citra Media Alami yang dikabarkan juga bermasalah.
Karena realisasi dana bantuan untuk pengadaan benih kedelai bagi poktan -poktan di sebut-sebut dicairkan di salah satu bank secara kolektif.
Kemudian, dana poktan yang direalisasikan di salah satu bank itu diberikan kepada Kepala UPTD Pertanian setempat.
Sedangkan di wilayah Kecamatan Cirinten dan Kecamatan Bojongmanik, distribusi bantuan benih kedelai dilakukan oleh perusahaan distributor yakni dari CV Trubus Gumelar dan PT Agro Tama Mitra Persada. (Gun/TN1)