Maksimalkan Minat Baca, Perpustakaan Keliling Jamahi Sekolah di Pelosok

Kepala DPKD Kabupaten Serang Tahyudin. (Foto: TitikNOL)
Kepala DPKD Kabupaten Serang Tahyudin. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kemajuan teknologi yang pesat dan meningkatnya kebutuhan informasi di era industri 4.0 ini semakin membuat masyarakat haus akan informasi yang tepat, cepat dan akurat.

Namun letak geografis Kabupaten Serang yang luas, menjadi pemicu masyarakat pedesaan agak lamban dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Perlu ada peningkatan dalam sarana dan prasarana.

Menyadari akan hal itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang berusaha memberikan layanan informasi tertulis kepada masyarakat pedesaan dengan cara menyediakan layanan perpustakaan keliling untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi dan ilmu pengetahuan.

Kepala DPKD Kabupaten Serang Tahyudin mengatakan, perpustakaan sebagai salah satu sarana pemenuhan kebutuhan masayarakat terhadap informasi dan ilmu pengetahuan ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat.

Hadirnya perpustakaan keliling ini merupakan strategi agar para murid dapat mengembangkan pribadi dalam pendidikan nonformal. Mengingat, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanah yang telah tertuang Undang-undang 45.

"Saat ini DPAD Kabupaten Serang memiliki 32.520 eksemplar yang terdiri dari 13.479 judul buku. Kalau kendaraannya ada 5 mobil," katanya saat ditemui ruang kerjanya, Rabu, (05/01/2020).

Menurutnya, lokasi Sekolah di daerah terpencil menjadi prioritas. Setiap minggu, mobil perpustakaan keliling atau yang sering disebut Pusling itu akan menjamahi Sekolah secara bergantian.

"Pusĺing tiap bulan dan Minggu ada untuk SD, SMP, MTS, MI. Tiap minggu keliling. Prioritas ke daerah terpencil," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Layanan dan Pelestarian Bahan Pustakawan DPKD Kabupaten Serang Heryadi Mapudi menyebutkan, kehadiran mobil perpustakaan ini sebagai bentuk memaksimalkan daya baca para murid.

Buku yang beragam acap kali menjadi hiburan bagi para siswa. Namun yang paling digemari oleh mereka adalah buku motivasi yang dikemas dengan komik.

"Anak-anak bukan tidak suka baca tapi bacaan kadang tidak sesuai dengan minat mereka. Mereka lebih cenderung kepada buku motivasi, seperti komik motivasi," terangnya.

Sejauh ini, para murid antusias terhadap layanan perpustakaan keliling. Untuk menghindari pengulangan buku yang sama di satu tempat, program silang layanan menjadi alternatif yang cukup baik. Perputaran buku dari satu tempat ke tempat lain menjadi pertimbangan agar siswa tidak bosan membaca.

"Begitu masuk antusias anak sekolah cukup tinggi untuk yang di terpencil. Datang pusling terus langsung di dekatin sama siswa," tuturnya.

Dalam sepekan, kata Heryadi, ada 2.500 hingga 3.000 pengunjung perpustakaan keliling. Siswa tertarik untuk membaca karena buku yang disediakan disesuaikan dengan minat dan kategori usia siawa.

Sesekali juga, pihaknya mengadakan doorprize atau hadiah melalui kuis untuk penambah daya Pusling di mata siswa. Hal ini diharapkan sebagai pemicu anak-anak untuk giat dalam membaca.

"Durasi tidak ada batas waktu, kalau minat baca masih senang situ gtu sampai selesai. Kami juga menyiapkan doorprize untuk meningkatkan minat baca. Satu unit pusling itu penuh dengan buku. Silang bahan bacaan dengan perpustakaan dan mobil pusling," jelasnya. (ADV)

Komentar