SERANG, TitikNOL - Universitas Oxford dan AstraZeneca telah memulai kembali uji klinis tahap akhir vaksin covid 19 di Inggris setelah sebelumnya uji coba ini dihentikan sementara. Hal ini karena ada salah satu relawannya yang mengalami efek samping setelah disuntik vaksin tersebut.
Meskipun penghentian sementara biasa terjadi dalam uji klinis vaksin, namun pemicu penangguhan sementara studi tersebut menimbulkan banyak kekhawatiran terhadap kelangsungan hidup jika menggunakan vaksin tersebut. Terutama warga Amerika Serikat. Karena itu, AstraZeneca-Oxford membongkar blue print uji coba vaksin Covid-19 tersebut. Berikut ulasannya:
1. Adanya Efek Samping Menunda Penelitian
Sejak bulan Juli lalu, terdapat peserta pertama yang menerima satu dosis vaksin sebelumnya mengalami peradangan pada sumsum tulang belakang yang dikenal sebagai myelitis transversal. Gejala ini menyebabkan lengan dan tungkai lemah, lumpuh, nyeri, masalah usus dan kandung kemih.
Terjadinya Kasus ini juga membuat ditundanya uji coba vaksin AstraZeneca untuk dilihat tinjauan keamanan oleh para ahli independen. Juru bicara perusahaan mengatakan, bahwa relawan tersebut diketahui menderita kasus multiple sclerosis yang tidak terdiagnosis sebelumnya dan tidak berkaitan dengan uji coba vaksin covid-19 ini. Setelah itu uji coba dilanjutkan lagi.
Sedangkan untuk kasus kali ini, perusahaan belum mengkonfirmasi diagnosis peserta yang sakit setelah dilakukan dosis kedua vaksin tersebut. Hal ini membuat penelitian tertunda pada 6 September, setelah relawan jatuh sakit. Semua proses uji coba vaksin AstraZeneca internasional telah dihentikan sementera selagi penyelidikan independen dilakukan, sebelum pihak regulator memutuskan uji coba dapat dimulai kembali.
Menurut juru bicara Universitas Oxford, pada saat uji coba skala besar, akan terjadi kasus penyakit secara kebetulan, tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya lebih hati-hati.
Ini adalah kedua kali uji coba vaksin virus corona dari Universitas Oxford dihentikan. Peristiwa semacam itu rutin dalam uji coba skala besar dan terjadi setiap kali relawan dirawat di rumah sakit lantaran penyebab penyakit mereka tidak segera diketahui pasti.
2. Uji Klinis Vaksin Dilanjutkan Kembali
Setelah dilakukan peninjauan, Oxford mengatakan, Otoritas Pengaturan Kesehatan Obat-obatan Inggris telah merekomendasikan agar uji coba vaksin tetap dilanjutkan setelah dilakukan tinjauan independen terhadap data keamanan yang memicu penghentian sementara pada 6 September.
Keterangan resmi Astra dan Oxford tersebut tidak menjelaskan secara pasti status uji coba vaksin di luar Inggris. Sebagaimana diketahui, uji klinis vaksin oxford juga tengah dilakukan di berbagai negara sebelum dihentikan sementara, yaitu Inggris, Amerika Serikat (AS), Brazil, Afrika Selatan, dan India.
Mereka tidak dapat mengungkapkan informasi medis tentang penyakit tersebut karena alasan kerahasiaan peserta. Namun, mereka tetap berkomitmen terhadap keselamatan peserta dan standar perilaku tertinggi dalam studi dan akan terus memantau keselamatan dengan cermat.
Saat ini vaksin Oxford tersebut sudah diuji coba kepada sekitar 18.000 orang dan telah memulai uji coba fase 3 dalam jumlah besar di AS pada akhir Agustus di mana target uji coba ini mencapai 30.000 orang.
Itulah blue print uji coba vaksin Covid-19 yang dibongkar AstraZeneca Oxford dan hampir memasuki tahap uji klinis terakhir. Bagi Anda yang merasa kurang sehat, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc.
Terutama jika Anda sedang mengalami gangguan kesehatan terkait dengan gejala COVID-19, seperti batuk, hilang penciuman atau sesak napas. Tanyakan langsung pada dokter mengenai kondisi kesehatan Anda agar dapat mengatasi keluhan kesehatan dengan tepat tanpa harus keluar rumah.