Peneliti Gambarkan Dampak Jangka Panjang Bumi dalam Kondisi Berbahaya untuk Manusia

Ilustrasi. (Dok:Tribunnews)
Ilustrasi. (Dok:Tribunnews)

TitikNOL- United Nations Assessment of Nationally Determined Contributions (NDCs) melaporkan penelitian ilmiah yang berbicara tentang dampak jangka panjang dari perubahan iklim, seperti naiknya tingkat gas rumah kaca, suhu dan permukaan laut.

Laporan tersebut menyebutkan perkembangan saat ini untuk menangkal peningkatan suhu udara tidak begitu menjanjikan, sehingga bisa saja temperatur naik 2,7 derajat celsius di tahun 2100.

Ini merupakan kondisi berbahaya yang bisa terjadi di 2100 di mana kebakaran, badai, kekeringan, banjir dan panas, pergeseran tanah dan perubahan ekosistem perairan, akan marak terjadi.

"Menurut permodelan kami, temperatur rata-rata global akan terus naik di atas tahun 2100," tulis laporan, dikutip dari Science Alert, Rabu (29/9/2021).

Dalam skenario ini, area yang cocok untuk bertani akan menurun dan wilayah di mana tanaman bisa tumbuh subur akan bergerak lebih dekat ke kutub Bumi.

Lebih lanjut, peneliti laporan itu menemukan tekanan panas dapat mencapai tingkat yang fatal bagi manusia di daerah tropis yang saat ini berpenduduk padat.

Daerah yang sudah mencapai tingkat panas seperti itu kemungkinan sudah tidak layak huni. Bahkan di bawah skenario mitigasi tinggi, mereka menemukan bahwa permukaan laut terus naik karena mengembang dan bercampurnya air di lautan yang memanas.

"Meskipun temuan kami didasarkan pada satu model iklim, mereka berada dalam kisaran proyeksi yang lain dan saling membantu mengungkap besarnya potensi pergolakan iklim pada skala waktu yang lebih lama." terang penelitian tersebut.

Berita ini telah tayang di techno.okezone.com dengan Judul: Peneliti Gambarkan Bumi dalam Kondisi Berbahaya untuk Manusia

Komentar