Sistem Poin Penalti Tak Lagi Digunakan Pada MotoGP 2017

Start lomba MotoGP Qatar 2017. (Dok: sindonews)
Start lomba MotoGP Qatar 2017. (Dok: sindonews)

TitikNOL - Komisi MotoGP memutuskan untuk menghapus sistem poin penalti mulai musim 2017. Sistem ini dinilai telah memberikan kebimbangan sejak diterapkan mulai musim 2013.

Komisi MotoGP memutuskan menggunakan sistem ini untuk memberikan konsistensi dalam hal keadilan buat para pebalap. Namun, yang terjadi justru kerap sebaliknya.

Yang paling mudah diingat adalah insiden yang melibatkan Valentino Rossi pada musim 2015. Saat itu, The Doctor harus start dari posisi buncit pada balapan MotoGP Valencia karena mendapat hukuman empat poin penalti. Hukuman itu didapat Rossi karena diduga menjadi penyebab Marc Marquez jatuh pada seri sebelumnya di Sepang.

Akibat hukuman tersebut, Rossi gagal mewujudkan mimpinya menjadi juara dunia MotoGP. Gelar itu pun jadi ke tangan rival sekaligus rekan tim Rossi, Jorge Lorenzo.

Selain poin penalti, MotoGP juga mengubah beberapa aturan lain. Sebut saja aturan terkait keselamatan di pitlane pada babak kualifikasi. Sekarang tim hanya diizinkan menggunakan enam kru dan semuanya harus menggunakan helm untuk membantu pergantian motor.

Keputusan pencoretan sistem poin penalti dan beberapa aturan lainnya tersebut diambil Komisi MotoGP setelah melakukan pertemuan di Losail, Qatar, pada 25 Maret 2017.

Pertemuan Komisi MotoGP itu dihadiri Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports S.L), Paul Duparc (FIM), Herve Poncharal (IRTA), Takanao Tsubouchi (MSMA), Carlos Ezpeleta (Dorna), Mike Trimby (IRTA), Vito Ippolito (Presiden FIM), Steve Aeschlimann (FIM) dan Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi).

Berita ini telah tayang di Bola.com, Kamis 30 Maret 2017 dengan judul MotoGP Hapus Sistem Poin Penalti

TAG motogp
Komentar