pCloud Free

Stadion Utama Gelora Bung Karno Siap Menjadi Tuan Rumah Timnas Indonesia Menjamu Islandia

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (Dok: Sumber)Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (Dok: Sumber)

TitikNOL - Penonton pertandingan sepak bola dan upacara pembukaan Asian Games 2018, pada Agustus mendatang, bakal merasakan atmosfir yang lain di Stadion GBK, Jakarta.

Setiap penonton yang hadir pada stadion termegah di Asia Tenggara, yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Bung Karno, tahun 1962, ini akan merasa sangat nyaman.

Pasalnya, tempat menonton berupa baku kursi memanjang dari kayu sudah tidak ada lagi dan digantikan dengan kursi tunggal seperti kursi-kursi di gedung bioskop. Kursi single seat ini sudah umum dipakai di stadion-stadion di liga sepak Eropa, seperti di Liga Primer Inggris. Hal itu, misalnya, di Stadion Emirates, London, kandang klub Arsenal.

Warna merah yang mendominasi deretan kursi markas Arsenal itu kini juga ada di kursi Stadion Utama Gelanggang Olahraga Bung Karno dan bersanding dengan warna putih serta abu-abu. Setiap kursi penonton di Stadion GOR Bung Karno akan memiliki nomor dan nantinya bisa dipesan secara online jika ada pertandingan.

Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) telah rampung. Rencananya stadion ini siap menjadi tuan rumah saat Timnas Indonesia menjamu Islandia pada Minggu, 14 Januari 2018, mendatang.

"Progres sudah 100 persen. Stadion ini sudah bisa digunakan untuk pertandingan besok dan tak ada hambatan," kata Manajer Produksi Kontraktor PT Adhi Karya, Chabbib Wawan, saat ditemui di SUGBK, Rabu, 10 Januari 2018.

Dari pantauan, stadion yang berdiri sejak 1962 itu memang sudah memperlihatkan kemegahannya. Selain tata bangku penonton yang rapi, lapangan utama juga telah tampak rapi dan terawat.

Renovasi stadion ini dimulai sejak Juli 2017. Beberapa perubahan mencolok dibuat dari segi fasilitas dan arsitektur. Dari segi kursi penonton, SUGBK telah memasang 76.127 kursi tunggal menggantikan kursi deret yang dipasang sebelumnya.

Meski mengurangi kapasitas tampung penonton, namun Wawan menjamin kondisi ini jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.

"Di area penonton kami kan bangun jalur untuk evakuasi dan juga bagi penyandang difabel. Kedua hal itu cukup banyak mengurangi jumlah kursi. Tapi ini sudah sesuai standar," kata dia.

Penonton pun tak harus khawatir dengan jauhnya jarak toilet. Saat ini, SUGBK memiliki 172 toilet yang tersebar di seluruh bagian stadion. Empat mushala juga tersedia di empat penjuru mata angin stadion.

Fasilitas untuk pertandingan pun juga ikut ditingkatkan. Sebanyak 620 lampu LED (produk diode pancaran cahaya) dipasang mengelilingi stadion untuk memastikan pencahayaan selama pertandingan. Padahal sebelum renovasi, hanya ada 200 lampu saja yang dipasang. "Tingkat kecerahannya mencapai 3.500 lumens (satuan terang-gelapnya cahaya)," kata Wawan.

Lapangan bola dan atletik pun turut dibenahi. Untuk lapangan bola, rumput Manilla atau Zoysia Matrella yang sesuai standar badan sepak bola dunia, FIFA, dipasang. Sistem drainase lapangan pun dirombak sejak awal untuk memastikan tak terjadi genangan air saat hujan lebat.

Teknologi closed circuit-television (CCTV) pun dipasang demi meningkatkan sistem keamanan di dalam stadion. Wawan mengatakan ada 250 CCTV yang dipasang di seluruh penjuru stadion. Tujuh di antaranya merupakan CCTV 7k yang memiliki kemampuan zoom in tinggi.

"Jadi di mana pun orang berada bisa terlihat langsung ke wajahnya masing-masing," ucap dia. Seluruh sistem ini terintegrasi ke dalam satu command center yang ada di dalam SUGBK.

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan Stadion ini pada 14 Januari 2018 dan bertepatan dengan pertandingan antara Indonesia melawan Islandia. Untuk memastikan seluruh fasilitas terjaga dan rapi, terlihat puluhan orang membersihkan area stadion yang masih kotor pasca pembangunan.

Menurut Wawan, ada sekitar 120 orang pekerja lepas yang diperbantukan untuk membersihkan stadion sejak 25 Desember 2017 lalu. "Mereka hanya sebatas finishing saja. Seperti membersihkan sisa kotoran dan memasang beberapa instalasi kecil," kata Wawan.

Stadion Utama Gelora Bung Karno juga akan menjadi lokasi pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018 mendatang. Indonesia kembali menjadi tuan rumah setelah terakhir pada tahun 1962, yaitu saat SUGBK pertama kali berdiri. Pertandingan Timnas Indonesia pada Minggu mendatang bisa menarik banyak penonton untuk hadir di sana.

Berita ini telah tayang di tempo.com, dengan judul: Stadion GBK, Single Seat dan Tontonan ala Liga Inggris

Komentar