SERANG, TitikNOL – Gubernur Banten Rano Karno, menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) akhir masa jabatan gubernur periode 2012-2017 kepada DPRD Banten, dalam rapat paripurna di DPRD Banten, KP3B, Kota Serang Kamis (22/9/2016) kemarin.
Secara umum, banyak keberhasilan-keberhasilan yang dicapai masa kepemimpinan gubernur pada periode 2012-2016, mulai dari nilai investasi yang selalu melampaui target, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) hingga turunnya jumlah penduduk miskin.
Rano mengawali pemaparannya mengenai realisasi pendapatan daerah pada TA 2012-2015 yang mengalami peningkatan. Sampai Juni 2016 inipun, realisasi pendapatan daerah di posisi Rp3,2 triliun dari target Rp8,005 triliun.
"Penyelenggaraan pemerintahan periode 2012-2017 pada hakekatnya merupakan pelaksanaan pembangunan yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) 2012-2017 yang disepakati antar lembaga eksekutif, legislatif. Dalam RPJMD itu, kami telah berupaya secara maksimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten," ungkapnya.
Selanjutnya, Rano mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten terkait indikator makro pembangunan Provinsi Banten, yaitu pertama indeks pembangunan manusia (IPM) selama periode 2012-2016 ini terus mengalami peningkatan.
"Capaian IPM pada 2015 sudah mencapai 70,27 persen, angka ini meningkat 1,35 poin dibanding tahun 2012 sebesar Rp68,92 persen. Capaian itu menandakan status pembangunan Banten meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi," tukasnya..
Rano juga mengklaim laju pertumbuhan ekonomi (LPE) lebih baik ketimbang nasional. Menurutnya, secara nasional dari tahun 2012 sampai 2016 ekonomi nasional mengalami perlambatan, namun pertumbuhan ekonomi Banten di tahun 2016 ini sampai semester I sebesar Rp5,13 atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya tumbuh 5,04 persen.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama periode 2012-2016, jumlah penduduk Banten meningkat dari 11,2 juta menjadi 12,2 juta jiwa yang kemudian menjadikan angkatan kerja bertambah 0,5 juta jiwa menjadi 5,7 juta jiwa. Meski demikian, pengangguran terbuka cenderung menurun dari 9,83 persen menjadi 7,95 persen.
Selanjutnya, pada Maret 2016, persentase penduduk miskin di Banten mencapai 658,1 ribu orang (5,42 persen) atau turun 32,56 ribu orang (4,71 persen) dibandingkan penduduk miskin pada September 2012 yakni sebesar 642,9 ribu orang (5,75 persen)
Dari sektor investasi, selama periode 2012-2015, telah terealisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp129,44 triliun dan realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp27,90 triliun. Sedangkan sampai triwulan II 2016 ini, PMA sudah mencapai Rp11,7 triliun dan investasi PMND sebesar Rp4,20 triliun.
"Masuknya investor baik PMDN maupun PMA diharapkan dapat berpengaruh pada tingginya penyerapan tenaga kerja," pungkasnya. (Kuk/red)