Jum`at, 4 April 2025

Ini Prestasi Komjen Listyo Sigit Prabowo yang Digadang-Gadang Calon Kuat Kapolri

Foto: Ist
Foto: Ist

    SERANG, TitikNOL - Perebutan posisi bursa calon Kapolri mulai memanas. Bahkan, kini beredar nada sumbang dari oknum yang membawa-bawa suku, ras hingga agama.

    Seperti yang dialami Komjen Listyo Sigit Prabowo. Agama yang kini dianut dipersoalkan dengan tujuan menghambat atau menjegal untuk menjadi salah satu kandidat pengganti Jenderal Idham Azis. Sejumlah oknum meyakini, jalan Listyo untuk menjadi TB 1 tidak berjalan mulus, karena dirinya non muslim.

    Padahal, karier perwira tinggi satu ini terbilang meroket dalam tiga tahun belakangan ini. Pria yang kini menjabat Kabareskrim Polri, diketahui merupakan perwira pertama yang meraih pangkat jenderal di angkatan 1991.

    Pangkat bintang pertamanya, diraih saat menjabat Kapolda Banten pada Oktober 2016. Dalam karirnya di kepolisian, Sigit terbilang piawai di bidang reserse.

    Pada 1993 menjabat Kepala Unit II Satuan Reserse Kriminal di Polres Metro Tangerang. Kemudian pada 1999, dipercaya menjabat Kapolsek Duren Sawit, Jakarta Timur. Sempat membantu tim Gegana Polda Metro Jaya untuk memburu Dani, pengebom Plaza Atrium Senen, di Perumnas Klender.

    Perjalanan karirnya kian meroket saat berpangkat Komisaris. Sigit ditunjuk sebagai Kepala Satuan Intel dan Keamanan Polres Jakbar pada 2005. Di situlah, Sigit mendapatkan ilmu loby dan mengaplikasikan ilmu intelijen.

    Pada tahun 2010, menjabat sebagai Wakil Kapolres Kota Semarang. Saat itulah mulai berkenalan dengan para kiayi. Di antaranya Ketua MUI dan Dewan Pengurus PBNU, Kiyai Sahal Mahfudz.

    Tidak lama kemudian, Sigit menerima kenaikan pangkat menjadi Komisaris Besar (Kombes) dan menjabat Kapolres Surakarta pada 2011. Ketika itu, pihaknya mengenal Joko Widodo, yang masih menjabat Wali Kota Solo.

    Keakraban keduanya terus terjalin. Hingga akhirnya bersama-sama mengembalikan citra Solo akibat peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil pada 25 September 2011 silam.

    Usai Jokowi menjadi presiden pada tahun 2014, karier Sigit ikut terangkat. Saat itu, ia dipilih menjadi ajudan Presiden Jokowi selama dua tahun. Kemudian, menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Brigjen.

    Saat menjadi Kapolda Banten, Sigit dekat dengan para ulama berpengaruh di Provinsi Banten. Misalnya, Kiyai Khatismatik Abu Muhtadi dan tokoh FPI Banten Abuya Kurtubi.

    Dalam menjalankan tugasnya, Jenderal berpenampilan tenang ini terus mendekatkan diri kepada para ulama dengan metode dialog dari pintu ke pintu. Bahkan, ia tidak sungkan memberikan kontak personal kepada ulama untuk memastikan bahwa tak ada jarak antara tokoh agama, masyarakat, dan pejabat kepolisian.

    Salah satu bukti kedekatannya dengan tokoh ulama, saat Sigit mengajak para ulama ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada bulan November 2016.

    Dua tahun berselang, Sigit kembali menambah pundi-pundi bintang di pundaknya dengan dilantik sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan. Setelah itu, dipercaya menjadi Kabareskrim dengan pangkat Komisaris Jenderal alias bintang tiga.

    “Komitmen, dimanapun ditugaskan negara, akan selalu memposisikan untuk melayani masyarakat,” tukasnya. (TN1)

    Komentar