LEBAK, TitikNOL - Maraknya peredaran telur ayam tetas atau Hatching Egg (HE) di pasaran, membuat masyarakat yang mengkonsumsi telur harus cerdas memilih, mana telur yang layak dikonsumsi dan mana yang tidak layak.
Ada cara yang paling mudah dilakukan untuk mengetahui jenis telur yang masuk dalam kategori telur tetas. Iqin Zaeny Mansur, Praktisi Peternakan di Kabupaten Lebak menjelaskan, HE berasal dari perusahaan penetasan ayam ras (Hatchery) dan bisa juga berasal dari peternakan pembibitan ayam (Breeding Farm).
Biasanya, ukuran telur tetas atau HE lebih besar ukurannya dengan jumlah perkilogram bisa berisi 15 - 12 butir. Kerabang atau cangkang telur HE lebih tipis dan warna kerabang telur HE biasanya pucat cenderung putih tidak coklat seperti telur konsumsi.
Baca juga: Banyak Beredar Telur Tak Layak Konsumsi, Pemkab Sidak Pasar Tradisional Rangkasbitung
"Untuk membedakan telur Hatching Egg (HE) dengan telur konsumsi komersial, sangatlah mudah. Dari warna saja sudah teelihat," ujar Iqin saat berbincang dengan TitikNOL, Rabu (6/5/2020) di Rangkasbitung.
Namun kata Iqin, tidak semua telur berwarna putih pucat itu telur jenis HE. Ada juga telur cangkang putih yang memang layak dikonsumsi.
"Terkecuali telur jenis ayam kampung atau ayam arab berwarna putih tetapi berukuran kecil. Telur ayam tetas (HE) itu mudah cepat membusuk sebab kerabangnya tipis sehingga mudah retak," jelasnya.
Baca juga: Warga Lebak Diminta Waspada, Telur Tetas Beredar Luas di Pasaran
Intinya kata Iqin, telur HE itu telur untuk dibuahi dan nantinya akan tumbuh tunas atau embrio. Makanya, telur jenis ini tidak sehat jika dikonsumsi.
"Berbeda dengan telur konsumsi yang berkerabang lebih tebal, jika telur HE dalam keadaan fertil (dibuahi) biasanya akan tumbuh tunas atau embrio meski dalam suhu ruangan sekalipun," tukas Iqin menambahkan. (Gun/TN1)