SERANG, TitikNOL - Sejumlah kader dan pengurus DPD Gerindra Banten geram, atas pernyataan bakal calon Gubernur Banten, Taufik Nuriman, yang mengklaim diminta oleh DPP untuk menggantikan posisi Budi Heryadi sebagai Ketua DPD Gerindra Banten.
Dikatakan Fungsionaris DPD Gerindra Banten, Ali Zamroni, Taufik Nuriman telah gagal paham dalam memahami urusan partai dan mekanisme yang ada di Partai Gerindra. Terlebih ia menilai, jika Taufik Nuriman kendaraan partainya tidak jelas.
"Kalau menjadi ketua partai hanya tujuan sesaat terlalu sempit pemirikannya. Bagaimana menghidupkan dan membesarkan partai serta pemenangan pemilu. Selama ini kan beliau kendaraannya tidak jelas. Saya rasa DPP pasti bijak dalam memutuskan," kata Ali Zamroni, kepada wartawan, Kamis (12/5/2016).
"Hak prerogatif mengganti ketua DPD dan DPC ada di DPP betul, tapi harus melihat track record membesarkan partai. Saya rasa Pak Taufik gagal paham terhadap mekanisme yg ada di Gerindra. Terlalu sempit berpikir maju di Pilkada ini membuat sesuatu yg didramatisir," lanjutnya.
Ali pun menilai, jika Taufik Nuriman figur yang biasa dan tidak memiliki keistimewaan. Sementara menanggapi komunikasi yang sudah dijalin antara Taufik Nuriman dengan adik Prabowo Subianto yakni Hasyim, menurutnya hanya komunikasi biasa saja.
"Pak Taufik bagi saya biasa, tidak ada yg spesial. Saya tidak pernah bersentuhan dengan Taufik Nuriman. Adapun pak Hasim komunikasi dengan siapa saja, silakan saja. Tapi masa iya hanya sekedar komunikasi lagsung menyimpulkan. Hanya karena diusung langsung diangkat ketua partai, apa kontribusinya," kata Ali.
Baca juga: Tanggapi Klaim Taufik Nuriman, Budi: Mau Menggantikan Saya, Siapa Dia!
Ali pun memastikan, jika Gerindra hingga saat ini tidak pernah berkomunikasi dengan Taufik Nuriman terkait Pilgub Banten.
"Selama ini Gerindra tidak pernah melakukan komunikasi politik dengan Taufik Nuriman baik formal ataupun informal. Taufik Gagal Paham. Ini dunia nyata bukan dunia dongeng, saya rasa pak Taufik bangunlah supaya sadar," pungkasnya. (Meghat/red)