Jum`at, 4 April 2025

BPBD Kabupaten Serang akan Tingkatkan Fasilitas Guna Mitigasi Bencana

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana.

SERANG, TitikNOL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, terus melakukan peningkatan fasilitas guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam rangka mitigasi bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana mengatakan, timnya selalu melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap wilayah yang berpotensi terjadinya bencana alam maupun karena kesalahan manusia.

Kinerja itu telah terbagi dalam beberapa bidang dengan memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

Bidang Pemadam Kebakaran

Bidang ini memiliki fungsi pencegahan, penanggulangan dan penyelamatan. Semua tim siaga dalam waktu 24 jam. Mengingat, bencana tidak pernah tahu kapan dan dimana akan terjadi. Selain itu, pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap bangunan agar memiliki proteksi kebakaran.

“Penanggulangan harus siap siaga 24 jam, ada 3 Pos siaga, yakni di Anyer, Jawilan dan Petir. Tahun depan akan tambah lagi di Bojonegara dan Tanara. Karena harus ada respon 15 menit sampai di lokasi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/9/2021)

Ia merencanakan, setiap kecamatan minimal memiliki satu mobil pemadam kebakaran. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir banyaknya jatuh korban dan kerugian.

“Harapan kit punya setiap Pos di kecamatan. Setiap kecamatan ada satu mobil damkar,” terangnya.

Bidang Pencegahan

Petugas di bidang ini harus mampu memetakan wilayah tentang potensi bencana. Kemudian membuat relawan bencana dan menciptakan desa tangguh bencana. Tujuannya, agar masyarakat paham dalam menyelamatkan diri saat bencana.

“Harus dapat memetakan di wilayah ini potensi bencana ini. Melakukan pembinaan, pencegahaan. Membuat jalur evakuasi,” ungkapnya.

Bidang Kedaruratan

Bidang ini bekerja dalam melakukan penanggulangan bencana. Seperti melakukan komunikasi antar bidang dan laporan dari masyarakat. Sehingga penanganan bencana dapat diatasi dengan cepat.

“Sistem informasi komunikasi bencana dengan menjalin komunikasi dengan jajaran stekholder. Respon time kita sudah 7,6 menit dari pelaporan sampai penanganan. Sehingga penanganan cepat,” paparnya.

Bidang Rehabilitasi dan Kontruksi

Bidang ini biasanya bekerja usai terjadinya bencana. Petugas akan mendata jumlah korban, kerusakan, nilai kerugian, dan mengajukan permohonan perbaikan untuk bantuan kepada masyarakat.

“Bekerjanya setelah bencana, data informasi kerusakan, menilai kerusakan. Termasuk melakukan mengajukan permohonan perbaikan,” pungkasnya. (ADV)

Komentar