TitikNOL - Peneliti telah menemukan dampak yang disebabkan oleh yang namanya cinta di dalam otak dan terlihat sangat tidak selaras, terlebih Bila telah saling berkomitmen. Studi yg dipimpin oleh Helen Fisher, seseorang antropolog yang juga pakar hayati pada Rutgers University, menyampaikan fase jatuh cinta ialah periode yg paling unik. Berikut merupakan 10 pertanda Anda sedang mengalaminya.
Terobsesi
Orang yang seeding jatuh cinta rata-rata menghabiskan lebih dari 85 persen waktunya (di luar jam tidur) untuk memikirkan orang-orang yang mereka cinta. Hal itu terjadi karena adanya penurunan tingkat serotonin pusat di otak, suatu kondisi yang dikaitkan dengan perilaku obsesif.
Candu
Jatuh cinta sering menyebabkan ketidakstabilan emosi dan fisiologis. Anda bisa saja merasa gembira, bersemangat, namun juga sulit tidur, terkadang kehilangan nafsu makan, cemas, dan panik ketika hubungan sedang dalam masalah. Perubahan suasana hati ini disebut Fisher sama seperti perilaku pecandu narkoba.
Dia sempurna
Orang-orang yang benar-benar jatuh cinta cenderung melihat sisi positif dari orang yang mereka cintai. Mereka juga peduli pada peristiwa sepele dan benda-benda yang mengingatkan mereka pada orang yang mereka cintai. Hal ini diduga merupakan hasil dari peningkatan kadar dopamin sentral, serta lonjakan norepinefrin pusat, yaitu zat kimia yang terkait dengan peningkatan memori dengan adanya rangsangan baru.
Posesif
Mereka yang sangat mencintai pasangannya, biasanya sangat ketakutan apabila pasangannya memiliki relasi atau hubungan yang kuat dengan selain pasangannya. Hal ini menimbulkan rasa posesif atau cemburu yang berlebihan. Namun sifat posesif justru akan membuat hubungan makin berjarak karena tidak adanya rasa saling percaya dan curiga.
Ketergantungan
Orang yang jatuh cinta disadari atau tidak, akan menunjukkan tanda-tanda ketergantungan emosional pada hubungan dan pasangan mereka. Rasa cemburu, posesif, dan takut akan berpisah juga muncul ketika seseorang telah jatuh cinta.
Visioner
Ketika pasangan sudah saling terikat secara emosional, mereka akan mencari cara agar bisa mengenal lebih dekat pasangannya. Entah keluarganya, teman-temannya, atau hal-hal apa yang disukai pasangannya. Keduanya juga memiliki rencana dan pandangan untuk masa depan.
Lebih dekat secara emosional
Ketika sebuah pasangan berhasil melalui beberapa masalah, mereka akan cenderung lebih menunjukkan kasih sayangnya dan lebih dekat secara emosional. Dalam ranah ilmiah, penjelasannya ini disebabkan oleh neuron yang memproduksi dopamin di wilayah pertengahan otak menjadi lebih produktif.
Lebih memperhatikan penampilan
Jatuh cinta ditandai dengan adanya perubahan pada diri Anda. Misalnya, Anda jadi suka berdandan, lebih memperhatikan penampilan, hingga merubah kebiasaan. Kecenderungan ini biasanya dilakukan untuk menarik perhatian pasangan Anda.
Orang spesial
Ketika Anda sedang jatuh cinta, Anda mulai berpikir orang yang Anda cintai sangatlah special dan unik. Fisher dan rekan-rekan tim penelitiannya percaya hasil ini merupakan hasil dari peningkatan kadar dopamin sentral, yaitu zat kimia yang bekerja untuk rasa perhatian dan fokus di otak Anda.
Ketika dilakukan uji coba pun, orang-orang yang jatuh cinta tersebut diperlihatkan foto atau gambar orang yang mereka cintai, efeknya beberapa bagian atau daerah dalam otak menjadi begitu aktif. Singkatnya, efek yang ditimbulkan jatuh cinta sama seperti bentuk kecanduan.
Rela berkorban
Orang yang sedang jatuh cinta biasanya merasakan empati yang kuat terhadap orang yang mereka cintai. Tak tanggung-tanggung, mereka juga bersedia untuk melakukan apa saja demi orang yang dicintainya.
Biasanya hal ini dilami oleh para kaum muda-mudi yang sedang kasamaran menemukan pasangahan hidupnya.
Sumber: www.lembarkertas.com