10 Tokoh Nasional Paling Tren di Google Sepanjang 2017

Presiden RI Joko Widodo dan Habib Rizieq. (Dok: youtube)
Presiden RI Joko Widodo dan Habib Rizieq. (Dok: youtube)

TitikNOL - Tahun 2017 hampir usai, berbagai berita mengenai tokoh nasional Indonesia ramai ditelusuri di mesin pencari. Sebagai catatan akhir tahun, Google merilis Year in Search 2017.

Tercatat 10 tokoh nasional yang paling sering menjadi perbincangan dan kerap menjadi keywords penelusuran di Google. Lantas, siapa saja tokoh tersebut?

1. Habib Rizieq

Dalam kategori pencarian, Google menempatkan tokoh fenomenal ini diperingkat teratas. Habib Rizieq menjadi perhatian netter sejak awal tahun 2017 salah satunya adalah soal kasus chat pornografi.

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu pun telah ditetapkan sebagai tersangka. Setelah beredarnya foto pesan mesum Habib Rizieq, Rizieq memilih bertahan di Arab Saudi dan belum kembali hingga kini. Melalui pengacaranya, Rizieq bersikukuh tidak bersalah dalam kasus yang juga menjerat Firza Husein tersebut.

2. Novel Baswedan

Pencarian mengenai berita Novel Baswedan menjadi yang terpopuler kedua. Penyidik KPK tersebut mengalami penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada April 2017 lalu.

Novel mengalami kerusakan parah pada mata kirinya, ia dibawa ke Singapura untuk mendapat perawatan. Aksi penyiraman tersebut dinilai sebagai bentuk teror terhadap anggota penegak hukum Indonesia.

Penyelidikan masih terus dilakukan, namun hingga kini siapa pelaku penyiraman air keras tersebut belum diketahui. Minimnya bukti dan saksi mata menjadi penghambat untuk mengungkap pelaku penyerangan tersebut.

3. Anniesa Hasibuan

Pemilik agen travel Umrah First Travel ini berada di peringkat ketiga. Istri dari bos First Travel ini menjanjikan perjalanan Umrah dengan biaya murah.

Akan tetapi, puluhan ribu jemaah Umrah belum juga diberangkatkan meskipun telah membayar lunas sejak beberapa tahun sebelumnya. Rupanya, uang jemaah tersebut digunakan untuk keperluan pribadi pemilik First Travel.

Diketahui bahwa Anniesa dan suaminya sering plesiran ke luar negeri, membeli barang-barang mewah dan mengadakan pertujukan fashion untuk busana rancangan Anniesa. Kini, Anniesa Hasibuan dan suaminya telah ditetapkan sebagai tersangka.

4. Joko Widodo

Presiden ketujuh RI, Joko Widodo menjadi tokoh nasional keempat terpopuler. Banyak pemberitaan tentang prestasi Presiden Jokowi yang disambut baik oleh masyarakat Indonesia.

Mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur, BBM satu harga, hubungan diplomatik dan lain-lain. Jokowi juga dianggap sebagai sosok pemimpin yang bersih, jujur dan sangat peduli terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia.

Namun, ada juga pemberitaan isu-isu miring mengenai Presiden Jokowi. Isu Presiden sebagai keturunan PKI dan pro asing ramai digencarkan pihak oposisi.

5. Anies Baswedan

Pilkada DKI Jakarta menjadikan Anies Baswedan sebagai tokoh terpopuler kelima. Kemenangannya sebagai Gubernur DKI Jakarta mendapatkan banyak pro dan kontra di masyarakat.

Masyarakat menilai Anies mampu mengalahkan petahana dengan menggunakan isu-isu SARA. Namun, banyak juga yang membela Anies bahwa DKI Jakarta seharusnya dipimpin oleh Gubernur yang santun dan cerdas.

Sejak menjabat bulan Oktober 2017 lalu, masyarakat masih membanding-bandingkan kinerja Anies dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Masyarakat menilai kinerja Anies jauh dibawah Gubernur sebelumnya.

6. Patrialis Akbar

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar terjerat kasus suap. Ia menerima uang sebesar USD 10 ribu (sekitar Rp 135 juta) dari pengusaha Basuki Hariman.

Kasus suap ini terbongkar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Mall Grand Indonesia pada 25 Januari 2017. Bersama Patrialis, KPK menangkap pengusaha Basuki Hariman, Ng Feni dan Kamaludin.

KPK mengamankan uang USD 20 ribu (sekitar Rp 271 juta) dan SGD 200 ribu (sekitar Rp 2 milyar) dari tangan Patrialis Akbar. Uang tersebut digunakan sebagai suap agar Patrialis meloloskan proses pengujian UU No 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK.

7. Antasari Azhar

Mantan Ketua KPK dan terpidana kasus pembunuhan, Antasari Azhar mengejutkan masyarakat dengan pengakuannya bulan Januari lalu. Ia mengaku bahwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang menimpanya adalah sebuah rekayasa.

Bersama dengan adik Nasrudin, Andi Syamsudin, Antasari melaporkan kasus dugaan SMS palsu yang membuatnya terjerat kasus pembunuhan. Antasari mengatakan bahwa ada seseorang yang mendatanginya sebelum dipenjara.

Antasari mengaku bahwa orang tersebut membawa pesan agar tidak menahan Aulia Pohan. Antasari melaporkan bahwa CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibdjo adalah orang yang mendatanginya waktu itu.

8. Sandiaga Uno

Selaras dengan Anies Baswedan, Sandiaga Uno banyak diperbincangkan lantaran posisinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies. Banyak tingkah Sandi yang menyita perhatian masyarakat.

Selain isu-isu SARA yang dilontarkan Anies-Sandi kepada petahana saat Pilkada, Sandi dipandang sebagai sosok pengusaha sukses. Ia mempromosikan program OK OCE ketika kampanye untuk membantu masyarakat dalam berwirausaha.

Acap kali diwawancarai mengenai permasalahan Jakarta, Sandi memberikan jawaban yang kurang bisa dimengerti. Masyarakat Jakarta masih menunggu janji-janji Anies-Sandi untuk segera direalisasikan.

9. Amien Rais

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais dikenal sebagai tokoh reformasi. Ia aktif sebagai tokoh oposisi pemerintahan Jokowi.

Sepanjang tahun 2017, ia terlihat dalam gerakan massa 212. Bersama mereka, Amien menuntut terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar dihukum.

Akan tetapi, di tahun yang sama ia juga terseret kasus korupsi. Ia disebut menerima uang sebesar RP 600 juta dari dana pengadaan alat kesehatan 10 tahun lalu.

10. Agus Harimurti Yudhoyono

Nama Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya dikenal sebagai putra pertama dari mantan Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia juga dikenal sebagai seorang anggota TNI Angkatan Darat dengan pangkat Mayor.

Pada akhir tahun 2016, ia memutuskan untuk meninggalkan dunia militer dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, ia harus tersingkir di putaran pertama Pilkada Jakarta.

Kini, ia aktif sebagai Direktur Eksekutif Yudhoyono Institute. Lembaga bentukan SBY itu akan membahas seputar politik, ekonomi, sosial dan budaya yang ada di Indonesia.

Berita ini telah tayang di wowkeren.com, Kamis 14 Desember 2017 dengan judul Habib Rizieq Hingga Jokowi Jadi Tokoh Nasional Paling Tren di Google Sepanjang 2017

Komentar