Jum`at, 4 April 2025

Menghindari KEmatian dengan Cara Mengubah Pola Gaya Hidup

Ilustrasi. (Dok: net)
Ilustrasi. (Dok: net)

TitikNOL - Beberapa jenis kanker ternyata dapat dihindari dengan melakukan delapan perubahan gaya hidup sederhana. Bahkan, efek perubahan gaya hidup tersebut diklaim bisa mengurangi kematian karena kanker sebesar 38 persen.

Cara baru menekan risiko kanker yang tergolong mudah dan bisa dilakukan banyak orang ini merupakan temuan riset terbaru yang dipublikasikan di International Journal of Cancer.

Seperti diketahui, kanker bukanlah penyakit tunggal dan bisa muncul karena banyak penyebab. Antara lain genetik, paparan virus dan infeksi, juga gaya hidup tak sehat. Dalam banyak kasus, kematian karena kanker tak dapat dihindari.

Berangkat dari kenyataan itu, dan didasarkan pada studi sebelumnya pada 2015--yang pernah menemukan bahwa satu dari tiga kasus kanker dapat dicegah--periset dari QIMR Berghofer Medical Research Institute di Brisbane, Australia, kembali bereksperimen.

Kali ini mereka menyoroti bagaimana melakukan perubahan gaya hidup bisa membantu mencegah kematian, dan bahwa kanker tak melulu masalah genetika atau nasib buruk.

"Studi ini menunjukkan bahwa secara teori, sekitar 17.000 kematian akibat kanker dapat dicegah setiap tahun jika orang mengikuti pedoman yang berlaku untuk meminimalkan paparan terhadap faktor risiko," ujar penulis utama studi Profesor David Whiteman dalam pernyataan tertulis.

"Ada banyak orang yang bisa melakukannya untuk mengurangi risiko berkembang dan meninggal karena kanker," lanjut Whiteman.

Untuk penelitian, tim periset memeriksa delapan faktor risiko gaya hidup tak sehat yang dapat diubah, dan telah dinyatakan badan penelitian internasional sebagai penyebab kanker.

Di antaranya konsumsi alkohol, diet yang buruk, kelebihan berat badan atau obesitas yang diketahui jadi penyebab utama risiko kanker ginjal atau hati, juga asap tembakau dari perokok aktif maupun pasif

Pemicu lain juga termasuk jarang berolahraga, paparan ultraviolet (UV) berlebihan, infeksi seperti Hepatitis C dan Human papillomavirus (HPV), serta faktor hormonal seperti penggunaan terapi hormon menopause.

Kemudian, periset mulai menganalisis dengan mempergunakan data statistik resmi dari Australian Institute of Health and Welfare dan Australian Bureau of Statistics. Mereka mendapati 44.000 kematian akibat kanker di Australia pada 2013 dan yakin sebagian besar kematian tersebut dapat dicegah.

Ada setidaknya empat poin temuan yang diungkap periset.

Pertama, 38 persen atau tepatnya 16.700 kematian dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko.

Dari delapan gaya hidup tak sehat, asap tembakau (23 persen) ditemukan sebagai penyebab kematian kanker terbesar. Disusul diet yang buruk, obesitas, dan infeksi yang masing-masing menyebabkan kematian sebanyak 5 persen.

Selebihnya, radiasi UV menyumbang 3,2 persen kematian (1.390 orang), alkohol untuk 2,4 persen kematian (1.037 orang), kurangnya aktivitas fisik menyebabkan 0,8 persen kematian (357 orang), dan faktor reproduksi atau hormonal untuk 0,4 persen kematian (172 orang).

Kedua, jika Anda heran mengapa angkanya melebihi 38 persen, itu karena kematian kanker bisa disebabkan lebih dari satu faktor risiko.

Ketiga, proporsi kematian akibat kanker yang berpotensi dicegah lebih tinggi di kalangan laki-laki (41 persen) daripada perempuan (34 persen).

Alasannya, "Karena rata-rata laki-laki merokok dan minum lebih banyak, menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari, dan makan lebih buruk (daripada perempuan)," kata Whiteman.

Keempat, temuan juga menunjukkan jenis kanker yang paling dapat dicegah yaitu paru-paru, usus, melanoma kulit, hati, dan perut.

Bagaimana memulai perubahan gaya hidup?

Whiteman menyarankan agar Anda memulai dari hal terbesar sekaligus termudah. Cobalah berkonsultasi pada dokter untuk mengurangi rokok. Batasi juga asupan daging merah dan olahan, serta perbanyak konsumsi buah, sayuran dan serat tambahan ke dalam makanan.

Masukkan beberapa aktivitas fisik ringan ke dalam rutinitas harian Anda, dengan tujuan mempertahankan berat badan sehat. Pun selalu ingat untuk melindungi diri dari sinar matahari.

Lebih lengkap, Anda bisa mengunduh rekomendasi gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker dari QIMR Berghofer.

"Bahkan perubahan kecil (gaya hidup) akan mengurangi jumlah orang yang meninggal secara dini karena kanker setiap tahunnya." Pungkas Whiteman.

Berita ini telah tayang di beritagar.id, Selasa 19 Desember 2017 dengan judul Mengubah gaya hidup, menghindari kematian

Komentar