Ingin Tahu Sensasi Makan di Saung Terapung? Yuk ke Situ Rawa Arum

Pengunjung terlihat menikmati keindahan Situ Rawa Arum di atas saung terapung. (Foto: TitikNOL)
Pengunjung terlihat menikmati keindahan Situ Rawa Arum di atas saung terapung. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Situ Rawa Arum merupakan satu-satunya obyek wisata danau yang ada di Kota Cilegon. Selain lokasinya yang strategis, Situ Rawa Arum juga memiliki panorama yang sangat indah.

Selain memiliki pemandangan yang indah, lokasi Situ Rawa Arum juga sangat stragegis karena lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Merak dan pusat Kota Cilegon.

Hal ini juga yang membuat pengelola Situ Rawa Arum terus berupaya mempercantik area situ, dengan target semakin meningkatnya warga yang berkunjung ke situ yang berlokasi di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon itu.

Salah satu upaya agar Situ Rawa Arum lebih dikenal oleh masyarakat luas, pihak pengelola kini telah menyediakan saung terapung.

Saung terapung yang menyerupai perahu itu nantinya bisa dinaiki para pengunjung yang ingin mengelilingi Situ Rawa Arum sembari menikmati keindahan bunga teratai putih.

"Sung terapung ini akan kita jadikan tempat kuliner, pengunjung nanti bisa makan sambil keliling Situ Rawa Arum dan melihat pemandangan yang ada," kata pengelola Situ Rawa Arum Husen Saidan, saat berbincang dengan TITIKNOL, Sabtu (24/2/2018) kemarin.

Bagi pengunjung yang ingin memesan makanan dan minuman kata Husen, tidak harus repot-repot untuk turun dari saung terapung, karena pihaknya sudah menyiapkan orang khusus untuk mengantarkan makanan atau minuman saat saung terapung berada di tengah Situ Rawa Arum.

"Bagi pengunjung yang tidak bawa makanan bisa pesan makanan atau minuman sama kita. Nanti ada orang mengantarkan langsung ke saung terapung. Jadi pengunjung itu tidak harus turun dari saung terapung, kita siap melayani," ngkapnya.

Husen mengaku, saat ini di Situ Rawa Arum baru ada 1 saung terapung. Ke depan ia berencana akan membuat 4 saung terapung lagi.

"Sekarang baru ada 1, InsyaAllah kalau ada uangnya akan kita buat 4 saung terapung lagi. Karena biaya 1 satu saung terapung lumayan cukup besar, yakni Rp6 juta," ujarnya.

Husen menambahkan, bahan yang digunakan untuk membuat saung terapung tersebut adalah bambu dan kayu palet bekas yang dibeli dari pabrik-pabrik dan drum pelastik.

"Terus terang aja uang untuk membeli bambu dan kayu palet bekas itu dari kantong pribadi saya dan bukan dari bantuan siapa-siapa, apalagi batuan dari pemerintah. Tapi kalau untuk membuat saung terapungnya saya mengajak masyarakat sekitar secara swadaya," tutur Husen yang juga Ketua LSM Gappura Banten ini.

Bagi Husen, membesarkan nama Situ Rawa Arum supaya lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas merupakan harapan terbesarnya sejak dahulu.

"Tanpa bantuan dari pemerintah pun saya juga bisa ngurus Situ Rawa Arum. Saya bangga Kota Cilegon punya obyek wisata alam seperti Situ Rawa Arum ini," kata Husen. (Ardi/TN1).

Komentar