Selasa, 25 Juni 2024

Tingkatkan Ekonomi, Warga Cilegon Minta Status Situ Rawa Arum Jadi Objek Wisata

Situ Rawa Arum di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)
Situ Rawa Arum di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Situ Rawa Arum yang merupakan danau satu-satunya di Kota Cilegon yang berlokasi di Lingkungan Tegal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Danau seluas kurang lebih 10 hektar yang terbentuk pasca meletusnya Gunung Krakatau pada 1883 silam itu, memiliki pemandangan yang cukup indah dengan latar belakang bukit-bukit.

Ketua LSM Gappura Banten, Husen Saidan mengaku berkeinginan Situ Rawa Arum dikelola menjadi salah satu objek wisata untuk masyarakat Kota Cilegon dan Banten pada umumnya.

"Sudah kita sampaikan keinginan masyarakat kepada pemerintah bahwa keinginan kami pertama menyelamatkan. Kedua, memanfaatkan potensi yang ada dengan tujuan supaya bisa dijadikan nilai manfaat untuk masyarakat yaitu objek wisata, dan dijadikan ikon Kota Cilegon," kata kepada wartawan saat ditemui di Situ Rawa Arum, Jumat (4/11/2022).

Menurut Husen, Situ Rawa Arum memiliki potensi dijadikan salah satu objek wisata air di Kota Cilegon, di mana hal itu juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Kita bisa suguhkan nanti di Situ Rawa Arum ini masyarakat bisa melihat panoramanya yang sangat bagus, memanfaatkan potensi airnya juga seperti untuk olahraga, permainan air seperti perahu layar dan segala macam. Masyarakat juga bisa berjualan di area Situ Rawa Arum," ungkapnya.

Husen menyadari, untuk mewujudkan Situ Rawa Arum menjadi salah satu objek wisata di Kota Cilegon, dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang keberlangsungan aktivitas ekonomi.

Oleh karena itu, pihaknya secara mandiri berinisiatif merawat Situ Rawa Arum dengan membangun sejumlah fasilitas seperti saung, memasang lampu-lampu di pinggiran danau hingga membuka akses jalan sekitar 1 kilometer yang menghabiskan Rp600 juta untuk masyarakat.

"Alhamdulillah sampai hari ini sudah kita lihat kita sudah buat jalan melalui swadaya, termasuk dana pribadi. Tapi karena ini atas kuasa Allah dan didukung oleh masyarakat juga pemerintah tentunya dalam hal ini, di tanggal 27 Oktober 2022 kemarin sudah melaksanakan tasyakuran kegiatan pembuatan akses jalan yang namanya Jalan Telaga Wangi," ujarnya.

Akses jalan tersebut, kata Husen, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan ekonomi dan sosial. Bahkan, akses jalan itu juga menghubungkan satu lingkungan yang diketahui telah puluhan tahun tidak memiliki akses menuju jalan utama.

"Kita sudah ada niat untuk bagaimana membuat suatu akses jalan yang tembus sampai Lingkungan Cidangdang, Rawa Arum yang sudah berpuluh-puluh tahun masyarakat Cidangdang tidak punya akses masuk kendaraan bermotor sampai ke jalan raya, jalan untuk kendaraan mobil," jelasnya.

Namun, Husen mengakui bahwa status lahan di sekitar area Situ Rawa Arum itu masih belum jelas secara administrasi. Pasalnya, masih ada sejumlah masyarakat yang mengklaim memiliki lahan di area danau satu-satunya di Kota Cilegon itu.

"Jangan bicara pembangunan dulu, tapi bagaimana menyelamatkan dulu, tinggal divalidasi, karena saya yakin nanti ada perbedaan ukuran dari sertifikasi tahun 2020 dengan aktualnya di lapangan," tuturnya.

"Jadi kalau kita bicara sertifikasi berarti harus ada batas, patok. Nah, sementara belum pernah kita lihat BPN mematok tanah aset ini jadi bagian daripada aset pemerintah. Jadi hari ada validasi ulang, karena ada yang perlu diselesaikan mana batas Situ Rawa Arum mana batas tanah masyarakat yang sekarang masih mengklaim," sambungnya.

Oleh karena itu, Husen berharap Pemkot Cilegon dapat duduk bersama membangun Situ Rawa Arum menjadi objek wisata di Kota Cilegon yang memiliki nilai ekonomi sehingga berpotensi menambah pendapatan asli daerah.

"Bukan kita menuduh pemerintah tidak mampu, kalau memang gak ada anggaran kan sebenarnya bisa memberikan ke kita pengelolaannya. Kita sudah bukan lagi katanya, pemerintah sudah tahu, puluhan tahun kami menggarap ini, berikan saja kewenangan pengelolaannya kemudian tinggal kami kewajibannya apa sebagai pengelola itu," ujarnya. (Ardi/TN3).

Komentar