Lionel Messi Dirayu Guardiola untuk Bergabung dengan City

Pep Guardiola dan Lionel Messi. (Dok: express)Pep Guardiola dan Lionel Messi. (Dok: express)

TitikNOL - Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, merayu mantan anak asuhnya di Barcelona, Lionel Messi untuk bergabung dengannya di Etihad Stadium. Namun, hal tersebut nampaknya gagal terlaksana, lantaran Messi bakal segera memperpanjang kontraknya dengan Barcelona, Rabu (19/10/16).

Lionel Messi sejatinya memang masih memiliki kontrak dengan Barcelona hingga 30 Juni 2018. Meski begitu, pemain yang dijuluki La Pulga tersebut tidak menutup kemungkinan untuk hengkang dari Blaugrana. Hal itu didasari dengan belum adanya keputusan soal perpanjangan kontrak Messi dengan Barcelona.

Melihat peluang tersebut, pelatih Manchester City, Josep Guardiola, mengaku siap menampung Messi jika sewaktu-waktu memutuskan untuk hengkang dari Barcelona.

"Saya berharap dia bermain dan mengakhiri karier di Barcelona. Tapi, mungkin dia ingin pergi. Mungkin, dia juga ingin anak-anaknya belajar berbicara bahasa Inggris (di Manchester)," kata Guardiola dikutip dari Daily Mail.

"Namun, semua keputusan berada di tangan Messi. Dia yang menentukan sendiri ke mana akan pergi nantinya," lanjutnya.

Jika melihat secara realistis, peluang Guardiola untuk memboyong Messi ke Man City sangatlah tipis. Sebab, pemain berumur 29 tahun tersebut kemungkinan besar bakal memperpanjang kontraknya dengan Barcelona. Apalagi, Messi juga dikabarkan ingin menutup kariernya sebagai pesepakbola profesional di mantan klubnya, Newell's Old Boys.

Sebagai informasi tambahan, Josep Guardiola pernah bekerja sama dengan Lionel Messi di Barcelona dari tahun 2008-2012. Selama empat tahun, Guardiola dan Messi mempersembahkan 14 trofi, salah satunya dua gelar Liga Champions musim 2008/09 dan 2010/11.

Kini, keduanya akan saling berhadapan dalam pertandingan ketiga babak penyisihan Grup C liga Champions muism 2016/17 di Camp Nou, Kamis (20/10/16) dini hari WIB, saat Barcelona menjamu Manchester City.

Sumber: www.indosport.com

Komentar