Bagi yang Kurang Tidur, Waspadai Resiko Kerusakan Otak

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

TitikNOL - Premis penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan otak Jeffrey Iliff dan timnya di Oregon Health dan Science University (OHSU) di Portland menemukan bahwa orang-orang yang kurang tidur bisa menempatkan otak mereka pada risiko untuk mengembangkan penyakit Alzheimer.

“Selama tidur, otak akan menyingkirkan racun yang berkontribusi terhadap penyakit Alzheimer,” kata Iliff, seperti yang dilansir laman Youthhealthmag.

Dalam studi sebelumnya, para ilmuwan telah menemukan bahwa yang tidak mendapatkan cukup tidur memiliki penumpukan signifikan racun yang menyebabkan kerusakan parah pada otak.

Para peneliti percaya bahwa demensia dan penyakit Alzheimer disebabkan bagian otak yang bertanggung jawab untuk regulasi tidur dihapus. Namun, dua studi terbaru menemukan bahwa hubungan antara kurang tidur dan penyakit Alzheimer mungkin lebih kompleks.

Menurut AOL News, para peneliti di Washington University, St Louis menemukan bahwa plak amiloid lengket terkait dengan penyakit Alzheimer yang menumpuk lebih cepat akibat kurang tidur, kemudian tim lain menemukan kurang tidur meningkatkan perkembangan plak amiloid.

Para peneliti Oregon sedang mempersiapkan untuk melakukan studi yang menghubungkan kurang tidur dengan penyakit Alzheimer pada manusia segera.

Kalsium dan magnesium adalah mineral yang merangsang tidur. Mengambil 30 sampai 120 miligram ekstrak bunga Hops atau suplemen selada liar bisa memberikan efek menenangkan yang juga membantu dalam tidur.

Aromaterapi menggunakan lavender, chamomile Romawi atau minyak clary sage tidak hanya membantu Anda tidur lebih cepat, tetapi juga membantu Anda tidur untuk waktu yang cukup lama.

Terakhir, melakukan latihan yoga atau meditasi bisa membantu tubuh rileks sambil mempersiapkan otot-otot untuk tidur.

 

 

 

Sumber: www.jpnn.com

Komentar