Duh, Usulan KH. Tb. Ahmad Chatib Jadi Pahlawan Mepet

Ilustrasi pahlawan nasional indonesia. (Dok: Okezone)Ilustrasi pahlawan nasional indonesia. (Dok: Okezone)

SERANG, TitikNOL -‎ Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang melalui Seksi Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan, Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial (NK4S) mengusulkan KH. Tb. Ahmad Chatib bin Wasi' Al-Bantani sebagai pahlawan nasional ke Dinsos Banten untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian Sosial RI.

Namun, waktu yang sudah mepet membuat Dinsos Banten pesimistis akan bisa diusulkan di tahun ini.‎

"Usulannya sudah masuk dari Kota Serang. Kami belum rapat lagi membahas soal itu. Dan waktunya juga mepet ya, karena 10 November sudah diumumkan," kata Kepala Dinsos Banten, Ino S Rawita, Kamis (29/9/2016).

Ia tak bisa menjamin KH. Tb. Ahmad Chatib‎ akan diusulkan di tahun 2016 ini. Sebab, kata dia, proses pembahasan dan pengumpulan data-data membutuhkan waktu cukup lama.

"Itu kan prosesnya lama sekali, waktu usulan Ki Sjam'un saja ‎itu berkasnya dikembalikan, dan harus menunggu dua tahun lagi baru bisa diusulkan lagi," tukasnya.

Meski demikian, hal tersebut bukan berarti pemerintah daerah di Provinsi Banten berdiam diri. Ia meminta semua daerah terus menggali potensi-potensi tokoh yang bisa diusulkan menjadi pahlawan nasional.

"Sebenarnya banyak tokoh Banten yang layak menjadi pahlawan nasional. Hanya saja, yang paling sulit itu mengumpulkan dokumen-dokumen jaman dulu, bukti otentiknya kan sudah lama, jadi sulit dicari," ungkapnya.‎

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, KH. TB Ahmad Chatib ibn Wasi' al-Bantani ini dilahirkan di sebuah kampung bernama Gayam, Pandeglang pada hari Ahad tahun 1885 M.‎

Di tengah-tengah cengkraman kekejaman kolonialisme Belanda, beliau menghabiskan masa kecilnya dengan pendidikan yang tidak mudah, sehingga hal itu membentuk pribadinya menjadi tangguh dan kuat dalam menghadapi deru cobaan kehidupan.

Selama masa hidupnya, beliau sebagai ulama dan pejuang mencurahkan seluruh hidupnya untuk perjuangan agama dan bangsa. Sebagai bukti peranannya dalam perjuangan bangsa, beliau pernah berpartisipasi dalam beberapa jabatan penting negara pada masanya, di antaranya : Residen Banten, Dewan Pertimbangan Agung, Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR), bahkan beliau pun pernah menduduki kursi MPRS, BPPK, dan lain-lain.

Terlepas dari jabatan-jabatan yang ditampuknya, beliau pun tidak berdiam diri dalam usahanya memajukan agama dan umat, beliau mencetuskan berdirinya Majelis Ulama, Perusahaan Alim Ulama (PAU), serta mendirikan perguruan tinggi seperti Universitas Islam Maulana Yusuf di Kota Serang, Banten, yang dikemudian hari berganti nama menjadi IAIN Sunan Gunung Jati.‎ (Kuk/Rif)

Komentar