LEBAK, TitikNOL – Untuk menumbuhkembangkan objek wisata yang belum tergali secara maksimal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten, melakukan aksi bersih lingkungan desa wisata.
Acara yang dikemas dalam kegiatan ‘Sapta Pesona dan bersih-bersih Desa Wisata’ itu, dilakukan di Kasepuhan Cibarani yang berlokasi di Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, pada Kamis (15/9/2016).
Acara itu dihadiri oleh ratusan warga Kasepuhan Cibarani serta tokoh masyarakat setempat. Dalam melakukan aksinya, warga secara bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih sejumlah lokasi di desa mereka, yang rencananya akan dipersiapkan menjadi desa wisata.
Desa Cibarani sendiri merupakan pintu masuk terdekat bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Suku Adat Baduy Dalam yakni Cikeusik. Cikeusik sendiri merupakan suku Baduy paling terdalam, yang merupakan suku tertua dari beberapa Suku Baduy Dalam yang selama ini sering dikunjungi wisatawan.
Dulhani, Kepala Desa Cibarani yang juga Kasepuhan Cibarani, dalam sambutannya di acara tersebut mengatakan, bahwa Desa Cibarani memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan menjadi desa wisata di Provinsi Banten.
Dirinya menyebutkan, ada beberapa objek wisata alam dan budaya di desa kasepuhan itu, yang diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Beberapa objek yang saat ini menjadi andalan di Desa Kasepuhan Cibarani adalah objek wisata goa, Curug Batu Ngeunah, objek kesenian budaya serta beberapa objek lainnya yang memiliki daya tarik.
“Di desa kami ini banyak objek yang akan menarik jika digali secara maksimal. Harapan kami, Pemprov Banten bisa menggali potensi yang ada di kami secara maksimal. Kami sudah sangat siap untuk menjadikan desa ini sebagai desa wisata,” ujar Dulhani dalam sambutannya.
Dulhani menjelaskan, lokasi Desa Cibarani merupakan pintu masuk terdekat ke-dua setelah Desa Cijahe, bagi pengunjung yang akan datang ke Baduy Dalam Cikeusik. Dirinya memastikan, jika berkunjung ke Baduy Dalam Cikeusik melalui Desa Cibarani, para pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan dan kealamian Curug Batu Ngeunah, yang merupakan mata air yang dijadikan kebutuhan air oleh seluruh Suku Adat Baduy.
“Jika ke Baduy Dalam Cikeusik lewat desa kami, wisatawan akan melintasi Curug Batu Ngeunah. Di curug itu, saya meyakini, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang tidak pernah diperoleh di lokasi lain, karena kondisinya yang masih alami,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Disbudpar Provinsi Banten yang diwakili oleh Kasi Destinasi Wisata, Ahmad Budiman mengatakan, kegiatan Sapta Pesona merupakan agenda Pemprov Banten untuk menggali potensi tersembunyi yang ada di desa-desa di Provinsi Banten.
“Ini langkah awal yang dilakukan oleh Pemprov Banten, untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Cibarani. Ke depannya, kami akan kembali melakukan kegiatan lanjutan, hingga tercapai target yakni menjadikan Desa Cibarani sebagai desa wisata yang ramai dikunjungi,” ujar Budi.
Budi pun menegaskan, jika Pemprov Banten sangat serius dalam mengembangkan objek wisata dan menggali potensi wisata yang ada di Provinsi Banten. Dirinya juga memastikan, kegiatan yang dilakukan bukan hanya seremonial namun akan ada aksi lanjutan.
“Insha Allah, ini menjadi pekerjaan besar kami untuk menjadikan Desa Cibarani sebagai desa wisata. Kami meminta kerjasama seluruh warga di desa ini, untuk bersama-sama bekerja keras menjadikan desa ini sebagai desa yang layak dikunjungi,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, secara simbolis Disbudpar Banten memberikan bantuan peralatan kebersihan seperti sapu lidi, tempat sampah dan alat lainnya kepada perwakilan warga Desa Cibarani. (Red)