SERANG, TitikNOL - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang gelar bazar produk Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) graduasi Program Keluarga Harapan (PKH).
Bazar itu dimanfaatkan sebagai promosi di acara sunatan massal gratis dan donor darah yang digelar pendamping PKH di halaman belakang Kantor Dinsos Kabupaten Serang.
Tujuannya, selain untuk menambah penghasilan bagi mantan KPM PKH, juga untuk menjaring pasar.
Sekdis Dinsos Kabupaten Serang, Encep Beyamin Somantri mengatakan, barang-barang di bazar yang dijual merupakan karya kreatif graduasi PKH.
"Ini hasil dari KPM PKH dan saya sarankan untuk didaftarkan ke E-Katalog Lokal," katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (16/8/2022).
Ia menyebutkan, ada beragam prodak yang dijual, seperti telor asin, kripik, bubur sum-sum, aksesoris dan makanan lainnya.
"Bazar pun dari mantan penerima PKH, jadi mereka bukan hanya menerima, jadi bergeser agar mandiri," ujarnya.
Di tempat yang sama, Koordinator PKH Kabupaten Serang, Rudiat menerangkan, ada 500 lebih graduasi PKH di Kabupaten Serang.
Mereka sudah sadar bahw derajat kesejahteraanya sudah meningkat dan tidak lagi menjadi KPM PKH.
"Graduasi itu mereka mengundurkan diri dengan surat pernyataan kesejahteraanya meningkat. Nominalnya ada tahun 2022 ada 500 lebih. Karena kesejahteraannya sudah meningkat, punya usaha penghasilan," terangnya.
Ia menyebutkan, para KPM menyisihkan uang bantuan untuk mengembangkan kreatifitas. Sehingga terbina bagi pelaku kreatif dalam menghasilkan produk lokal.
"Tugas teman pendamping, harus bisa memberdayakan dan sedang meningkatkan kesejahteraan pertemuan kelompok, sosialisasi, pemberdayaan," tuturnya.
Selain itu, pendamping PKH juga membuka kerja sama dengan pihak lain agar KPM yang memiliki kreatifitas agar disalurkan KUR untuk mengembangkan usahanya.
"Dari bantuan itu disishkan untuk modal usaha dan kita dampingi untuk mendapat KUR," jelasnya.
Rudiat berujar, tugas pendamping PKH bukan hanya saja melakukan pengecekan, tapi harus mampu membantu KPM mandiri dan lepas dari kesenjangan.
"Mereka itu menggali potensi, kalau pelatihan kita koordinasi dengan Disnaker untuk meningkatkan produknya, selain mendampingi, menggali potensi bahwa bantuan ini bukan gaji bantuan selamanya," paparnya.
Sementara itu, Pendamping PKH wilayah Ciomas, Dede menyebutkan, prodak UMKM yang ikut bazar berasal dari KPM Anyer, Pabuaran, Ciomas, Tirtayasa, dan Waringinkurung.
"Kalau pelatihan ada saja, kita berdayakan dan sudah menjadi sejahtera akhirnya nggak jadi KPM lagi," ungkapnya.
Menurutnya, modal awal mereka dapat mandiri dapat menyisihkan uang bantuan PKH. Setelah bisnisnya jalan, mereka keluar dari KPM dan tidak mendapatkan bantuan PKH.
"Modalnya awalnya dari bantuan PKH. Lumayan sih banyak KPM yang sudah mandiri," pungkasnya. (TN3)