Presiden Jokowi Bagikan 947 PKH dan 1.170 KIP Kepada Warga Cilegon

Presiden RI Joko Widodo saat memberikan KIP dan PKH di Gor Asa Sport Center Cilegon. (Foto: Ist)
Presiden RI Joko Widodo saat memberikan KIP dan PKH di Gor Asa Sport Center Cilegon. (Foto: Ist)

CILEGON, TitikNOL – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, membagikan 947 Program Keluarga Harapan (PKH) dan 1.170 Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kota Cilegon, Kamis (5/10/2017) sore. Pembagian PKH dan KIP berlangsung di Asa Sport Center.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juru bicara Kepresidenan Johan Budi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Banten Wahidin Halim dan Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, turut hadir.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan, pemberian KIP dan PKH kepada warga Kota Cilegon ini merupakan salah satu rangkaian pada peringatan HUT TNI ke-72 yang digelar di Pelabuhan Indah Kiat.

Ia mengatakan, pemberian KIP dan PKH ini diberikan untuk masyarakat agar bisa dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, pemberian PKH dan KIP agar dapat digunakan dengan sebaik munkin untuk kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin masyarakat Cilegon bisa menikmati KIP dan PKH dan peruntukannya juga bisa langsung dinikmati dengan baik," ungkap Presiden Jokowi.

947 kartu PKH yang dibagikan kepada warga Kota Cilegon itu, rinciannya adalah untuk Kecamatan Cibeber 419 keluarga, Cilegon 319 keluarga, Citangkil 152 keluarga dan Jombang 57 keluarga. Untuk masing-masing penerima mendapatkan uang senilai Rp1,8 juta per keluarga.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, PKH merupakan program bantuan sosial dan subsidi yang paling efektif untuk menekan angka kemiskinan.

Diungkapkannya, asumsi itu berdasarkan survei yang dilakukan Bank Dunia, Bappenas, TNP2K dan Kementrian Keuangan.

Maka dengan itu kata Khofifah, pemerintah mendorong untuk menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun depan.

"Jadi ada penambahan 4 juta KPM baru pada tahun depan,yang sebelumnya 6 juta KPM akan kita tambah menjadi 10 juta KPM pada tahun depan. Adapun jumlah itu ,yang terdistribusi kd Provinsi Banten sebanyak 82 ribu," kata Mensos. (Ardi/red)

Komentar