Sabtu, 5 April 2025

Stok Beras Aman, Banten Masih Defisit Telur, Cabai dan Bawang

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid. (Foto: TitikNOL)
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid mengungkapkan, wilayah Banten Masih defisit bahan pangan pokok pada setiap Kabupaten dan Kota dalam masa pandemi virus Corona.

Terutama pada kebutuhan pangan telur, daging unggas, bawang merah, cabai rawit, Cabai merah. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pihaknya mengaku akan melakukan formula dan langkah-langkah strategis.

"Yang lain masih ada defisit, telor, daging unggas masih defisit. Kecuali daging sapi dan kerbau sampai dengan Desember cukup. Terkait dengan bawang merah, cabai rawit, merah masih kekurangan. Disitu akan jadi kerja pasokan," katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Senin, (6/7/2020).

Selain itu, bahan pangan pokok beras juga terjadi defisit di 5 daerah Kabupaten dan Kota. Hal itu dikarenakan wilayah tersebut merupakan daerah penkonsumsi bukan produksi pertanian.

"Kalau untuk padi yang defisit pasti Tangsel, Kota Tanggerang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang dan Kota Cilegon," ungkapnya.

Namun secara keseluruhan, kata Agus, stok beras di Provinsi Banten dinilai akan mencukupi hingga bulan Desember 2020. Surplus persediaan beras sampai Desember mencapai 176.435 ton. Namun jika dilihat dari produksinya, bisa mencapai 287.482 ton.

"Insyaallah Oktober kebutuhan pangan mencukupi dan tersedia. Puncak beras tertinggi di Banten bulan September mengalami surplus 176.000 ton. Mampu menutup defisit di Oktober, Nopember, Desember," ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa Banten secara klaster dari Pusat masuk 10 besar Provinsi produksi beras cukup tinggi. Ini menandakan Banten diperhitungkan daro sisi ketahanan pengannya. Hanya yang menjadi permasalahan aspek distribusi antar Kabupaten dan Kota meminta Provinsi menjadi fasilitator agar tidak memesan dari luar Provinsi.

Konsep kedepan, pihaknya menargetkan Banten akan menjadi lumbung beras. Saat ini, potensi percepatan pengolahan lahan di Banten akan digenjot dan dilakukan pembinaan hingga pembiayaan produksi.

"Ada potensi percepatan pengolahan lahan di Banten yang membutuhkan percepatan lahan seperti Kronjo, itu membutuhkan normalisasi sungai atau revilitasi situs Cikaruto. Kalau itu bisa diperbaiki, ada potensi hampir 2 ribu hektare untuk percepatan," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar