Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Krakatau Steel yang Berusaha Terus kompetitif

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel bersama beberapa perwakilan Komisi V dan VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Krakatau Steel di Kota Cilegon, Banten. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel bersama beberapa perwakilan Komisi V dan VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Krakatau Steel di Kota Cilegon, Banten. (Foto: Istimewa)

CILEGON, TitikNOL - Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel bersama beberapa perwakilan Komisi V dan VI DPR RI, melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT. Krakatau Steel di Kota Cilegon, Selasa (16/3/2021).

Direktur Utama PT. Krakatau Steel Silmy Karim, Direktur Produksi Djoko Muljono dan Direktur Pengembangan Usaha Purwono Widodo, turut mendampingi kunjungan kerja wakil rakyat tersebut.

Dalam paparannya, Direktur Utama PT. Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan, bahwa Krakatau Steel telah berusaha dengan keras melakukan transformasi dan program efisiensi sejak 2019. Kini produk baja unggulan Krakatau Steel yakni Hot Rolled Coil (HRC)/Baja Canai Panas dan Cold Rolled Coil (CRC)/Baja Canai Dingin semakin kompetitif dan sesuai dengan standar produk kualitas ekspor yang berkualitas tinggi.

“Produk kami semakin kompetitif dan sekarang sudah diakui oleh pasar internasional. Dimulai dari tahun 2020, produk HRC Krakatau Steel berhasil menembus pasar ekspor Australia dan Malaysia. Kemudian baru-baru inipun Krakatau Steel melakukan ekspor baja HRC ke benua Eropa sebanyak 20.000 ton dengan negara tujuan Portugal, Italia dan Spanyol,” jelas Silmy.

Dalam pemaparannya di hadapan peserta kunjungan dari DPR RI, disebutkan bahwa di tahun 2020 impor baja karbon di Indonesia telah turun menjadi sebesar 3,11 juta ton. Namun angka tersebut masih relatif tinggi dan dalam melawan derasnya produk impor.

Krakatau Steel telah berbenah diri dan sudah bertransformasi menjadi lebih efisien, dengan banyaknya penghematan yang sudah dilakukan. Di antaranya, di tahun 2020, Krakatau Steel mampu menurunkan biaya operasional hingga 41%. Terlebih dengan sudah mulai diterapkannya harga gas industri sebesar USD6 per MMBTU yang juga membuat biaya produksi menjadi lebih efisien.

Sementara Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyatakan, bahwa Krakatau Steel adalah industri strategis yang cukup besar, di mana dengan pemanfaatan teknologi akan menjadi semakin berkembang. Dengan adanya peraturan pemerintah yang mendukung iklim industri, Krakatau Steel dapat menjadi produsen yang mampu bersaing di pasar nasional dan global.

“Saya sangat mengapresiasi industri nasional seperti Krakatau Steel yang mau berusaha untuk terus kompetitif. Kami terus dorong untuk lebih maju terlebih dengan sudah mulai berkurangnya porsi impor dan perdagangan dalam negeri yang fair,” ungkap Rachmat Gobel.

Rachmat pun mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan keberpihakan penggunaan produk industri dalam negeri, terutama untuk proyek pemerintah yang masih banyak menggunakan produk impor.

Ke depan, DPR RI berkomitmen untuk bersama-sama menghadang derasnya produk baja impor masuk ke Indonesia dengan mengoptimalkan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri) dan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk kebutuhan industri nasional.

“Saya juga berharap pemerintah dapat mengatur dan saling berkoordinasi untuk bersama berkomitmen pro kepada industri dalam negeri dengan memaksimalkan penerapan P3DN dan TKDN. Kita harus memproteksi dan mendukung penggunaan produk negeri sendiri agar industri nasional dapat menguasai pasar dalam negeri,” ujarnya

Untuk pasar dalam negeri, produk Krakatau Steel juga berperan penting dalam pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah proyek fenomenal jalan tol layang Jakarta-Cikampek II, proyek Light Rapid Transit, Bandara New Yogyakarta International Airport, maupun produk pipa baja Krakatau Steel juga sangat strategis di sektor minyak dan gas.

“Dengan Level Playing Field yang sama, di mana perdagangan dilakukan secara fair (tidak curang), kami yakin produk kami bisa bersaing dengan produk impor. Dan kami ingin wujudkan mimpi industri dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegas Silmy. (Ardi/TN1).

Komentar