Kamis, 3 April 2025

500 UMKM di Banten Dibekali Pelatihan Start Up

Sekda Banten Ino S Rawita saat memberikan sambutan. (Foto: TitikNOL)
Sekda Banten Ino S Rawita saat memberikan sambutan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Sebanyak 500 lebih pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) di Banten melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) bisnis kewirausahaan dan bisnis start up yang di laksanakan Kementerian Koperasi di aula Prof Syadizli Hasan UIN SMH Banten, Kota Serang, Selasa (11/12/2018).

Kegiatan yang didorong untuk memajukan pelaku UMKM di Banten ini bekerja sama dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Banten. Nantinya, dalam pelatihan tersebut, para pelaku UMKM bisa memiliki inovasi untuk mengambangkan bisnisnya dan bisa bersaing dengan daerah lain.

Dalam sambutannya, Ketua ICMI Orwil Banten Lili Romli mengatakan, UMKM perlu memiliki inovasi baru untuk mengambangkan bisnisnya. Salah satunya, dengan mendorong membuat start up yang menjadi kebutuhan pada zaman kemajuan teknologi seperti saat ini.

"Koperasi menjadi suatu gerakan ekonomi untuk membangum bangsa. Oleh karena itu demokrasi politik harus di imbangin demokrasi ekonomi, yang kemudian dicantumkan dalam aturan pemeritah di Pasa 33 UUD 1945," kata Lili Romli.

Lanjut Lili, negara sudah merumuskan tiga pilar yaitu BUMN, Swasta dan Koperasi untuk menjadi penyanggah perekonomian di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga sudah berusaha sedemikian rupa tapi para pelaku UMKM masih tertinggal jauh dengan pelaku usaha yang menengah ke atas.

"Oleh karena itu menjadi penting kegiatan hari ini, untuk menyadarkan kepada kita bahwa gerakan ekonomi koperasi merupakan pilar penting untuk kemajuan ekonomi bangsa," ujarnya.

Lili juga mengatakan suatu negara akan maju ketika enterpreneur sudah banyak masuk. Tapi, pada saat ini kata Lili, enterpreneur di Indonesia masih sedikit baru ada sekitar 31 persen.

"Ada banyak faktor penyebab diantaranya bahwa akses pemodal itu susah, ini terbuki kami mengundang LPDB bahwa ada modal yang akan di gulirkan untuk para pelaku koperasi dan UMKM. Pemprov banten juga akan mendukung sepenuhnya bersama dengan Pemkot dan Pemkab," ungkapnya.

Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ino S Rawita mengatakan Pemprov mendukung penuh kegiatan ini karena Banten harus menjadi daerah yang maju.

"Kalau Bantennya maju dan kaya tidak akan merongrong ke Jakarta. Ikuti pelayuhan ini sampai tuntas, uang dari pak dirut tidak diberikan kepada orang lain tapi di berikan ke Banten," ujarnya.

Ino beeharap agar yang mengikuti bimtek ini tidak ada yang gagal semuanya memiliki perusahaan. "Coba bapak bayangkan di Banten ini apa yang tidak ada, semuamya ada dari hasil bumi sampai yang lainnya," harapnya.

Diketahui para peserta bimbingan teknis tersebut mendapatkan fasilitas BPJS ketenagakerjaan yang diberikan langsung oleh Ikatan Cendikiawan muslim indonesia (ICMI) Orwil Banten.

Tercatat dalam data Umkm yang mikro ada 823,498 organisasi, dengan UMKM kecil sebanyak 153,313 dan menengah besar 7,308. (Tolib/TN3)

Komentar
Tag Terkait