SERANG, TitikNOL - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten Amas Tajudin menyebut Banten menjadi wilayah konsolidasi paham radikalisme.
"Daerah banten sering digunakan tempat konsolidasi oleh para tokoh-tokoh yang hendak menggantikan ideologi negara." Katanya saat menjadi narasumber Dialog kebangsaan Peran Media Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme di Majlis Dzikir Bumi Alit Padjajaran Cikeusal Serang-Banten Kamis 20/01/2022.
Menurutnya daerah memiliki basic yang kuat untuk mengubah idiologi negara.
"Provokasi untuk mengubah ideologi bangsa. Padahal NKRI Pancasila sudah final" Katanya.
Maka dari itu, menurutnya perlu ada partisipasi masyarakat untuk dapat melakukan upaya bersama menangkal radikalisme dan terorisme.
"Mari kita mengajak seluruh masyarakat untuk dapat mencegah bersama, dan untuk media jangan takut terintimidasi cerahkan masyarakat." Katanya.
Sementara itu, menurut Ketua Pengurus Besar Matahl'aul Anwar Embay Mulya Syarief mengatakan Pancasila ialah hasil dari kesepakatan.
"Apabila ada yang mau merubah Pancasila dengan sistem khilafah itu penghianatan" Terangnya.
"Penghianat ialah orang munafik." Tambahnya.
Sampai saat ini masih dikatan Embay kita di perintahkan untuk menjaga kesepakatan apa yang sudah di tetapkan oleh Founding Father kita.
Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum yang juga menjadi narasumber mengatakan, kita harus masuk ke setiap lini, karena radikalisme dan terorisme bukan hanya bicara kelompok, tapi individu.
"Terorisme bukan soal islam atau non islam, tapi terorisme adalah individu yang tidak sepakat pada paham yang ada." Katanya.
Karena menurutnya persoalan radikalisme dan terorisme adalah tanggung jawab individu yang ada di atas bumi.
"Kita harus bersama-sama berani menolak dari individu-individu untuk melawan paham radikalisme dan terorisme" Terangnya.
Sementara itu menurut Wakil Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim mengungkapkan peran media sangat penting untuk mentransformasi informasi secara utuh.
"Bagaimana memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa radikalisme itu berbahaya." Katanya.
Fahmi juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu lawan paham radikalisme dan terorisme.
"Maka dengan itu, saya berharap komponen elemen kita harus bersama bergandengan tangan bahwa NKRI merupakan tanggungjawab kita bersama untuk di jaga." Katanya. (TN2)