Jum`at, 4 April 2025

Curah Hujan Tinggi, Omzet Pengusaha Ikan Asin di Kasemen Turun Drastis

Proses produksi ikan asin kering di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Proses produksi ikan asin kering di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Curah hujan dengan intensitas tinggi berdampak terhadap menurunnya produksi ikan asin kering di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Salah seorang pengusaha ikan asin, Samawi mengatakan, nelayan di Karangantu sangat bergantung terhadap panasnya matahari. Jika cuaca mendung dan hujan, menyulitkan produksi ikan asin.

Bahkan sejak masuk penghujan hujan, produksi dan omzet dagangannya merugi drastis hingga 70 persen. Sedangkan, permintaan dari konsumen ikan asin terbilang normal.

"Kalau cuaca bagus sehari 1 ton. Kalau nggak nentu gini mah mencapai 70 persen ruginya," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (30/01/2020).

Ia menjelaskan, pengeringan yang tidak maksimal akan berdampak pada kualitas ikan asin. Apabila terlalu lama dalam proses pengeringan, dapat menyebabkan gagal dan tidak dapat di konsumsi.

"Ya rugi karena cuacanya hujan. Karena kami kan hanya mengandalkan panas matahari saja. Ya kalau basah, bees (gagal, red) nggak bisa di konsumsi," ujarnya.

Ia menuturkan, curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2020 ini banyak dikeluhkan oleh pedagang ikan asin karena tidak jarang mengalami gagal produksi.

Sebab, dalam proses pembuatan ikan asin wajib direndam dengan garam selama 15 menit. Kemudian ikan dicuci terlebih dulu sebelum melakukan penjemuran.

Biasanya, kata Samawi, proses normal penjemuran memakan waktu 8 jam, ikan akan kering sempurna dan siap dikirim. Untuk pemasaran, ikan akan dijual ke pasar-pasar tradisional. Jika produksi bagus dan ramai konsumen, ikan bisa dikirim hingga keluar daerah.

"Konsumen mah standar saja karena mereka tahu musim hujan. Cuma, kami mengurangi produksi, takut nggak kering,” tukasnya. (Son/tn1)

Komentar