Sabtu, 5 April 2025

Goa Sanghiang, Destinasi Wisata Goa di Lebak yang Masih 'Perawan'

Wartawan TitikNOL dan Kades Hariang Nani Ristiani tengah berada di lokasi kawasan Goa Sanghiang (Goa Kramat) bersama dengan pengunjung lainnya. (Foto: TitikNOL)
Wartawan TitikNOL dan Kades Hariang Nani Ristiani tengah berada di lokasi kawasan Goa Sanghiang (Goa Kramat) bersama dengan pengunjung lainnya. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Pemerintah Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak tengah berupaya mengembangkan dan melakukan penataan lokasi wisata Goa Sanghiang (Goa Kramat) yang berada di Kampung Cireungit atau sekitar 1,5 kilometer dari pusat desa setempat.

Penataan pun dilakukan seperti dengan membangun gubuk gajebo berukuran besar, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan pembangunan satu unit bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) serta penataan lahan parkir di sekitar lokasi.

Diharapkan dengan dilakukan penataan disekitar wisata Goa Sanghiang agar menjadikan para pengunjung atau wisatawan yang datang mengunjungi Goa Sanghiang mendapatkan kenyamanan.

Selain itu, penataan juga bertujuan agar Goa Sanghiang dapat dijadikan lokasi wisata unggulan bagi desa Hariang dengan harapan akan dapat mendorong roda perekonomian warga desa yang memiliki beberapa Goa lainnya seperti Goa Cangkuang, Goa Gede dan Goa Tangkil.

Destinasi wisata Goa Sanghiang yang terbentuk secara alami ini belum terekspose. Goa yang memiliki keindahan menakjubkan dengan banyaknya bebatuan Stalaktit dan Stalagmit berukuran besar dan kecil terbentuk secara alami.

Goa Sanghiang berlokasi di Kampung Cireungit berjarak sekitar 1,5 Kilometer dari pusat desa Hariang yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor untuk menuju ke lokasi.

Nani Ristiani, Kepala Desa Hariang saat berada di lokasi wisata Goa Sanghiang menuturkan, dirinya berkeinginan kedepan Goa Sanghiang menjadi salah satu lokasi destinasi wisata unggulan di kabupaten Lebak yang di kunjungi wisatawan lokal dan manca negara.

"Saya berharap mimpi saya ini bisa menjadi kenyataan, mudah-mudahan bila lokasi wisata Goa Sanghiang ini yang sedang kami lakukan penataaannya secara perlahan kedepannya bisa dilirik dan dikunjungi wisatawan lokal serta manca negara. Harapan saya juga semoga bisa dapat meningkatkan roda perekonomian warga masyarakat desa kami," ujar Nani, kemarin.

Menurut Nani, saat ini saja jumlah pengunjung lokasi wisata Goa Sanghiang sudah mulai menunjukan peningkatan. Tidak kurang setiap bulannya bisa mencapai 80 hingga lebih kurang 100 orang pengunjung.

"Pengunjung tidak dipungut apapun alias gratis. Paling-paling ada juga dari pengunjung yang suka ngasih seikhlasnya kepada yang mengantar hingga masuk ke dalam Goa sebagai penunjuk arah, kebanyakan yang datang ke sini selain orang dewasa juga banyak dari kalangan pelajar SMA juga mahasiswa, tapi ada juga pernah beberapa orang asing datang ke sini," papar Nani.

Di tempat yang sama, Ahani (70), warga setempat yang dipercaya menjaga atau sebagai juru kunci Goa Sanghiang (Goa Kramat) membenarkan apa yang disampaikan kepala desanya.

"Ada juga memang beberapa orang asing (wisatawan mancanegara, red) yang pernah datang ke Goa Sanghiang ini. Mereka sengaja datang hanya untuk berwisata alam saja," tukas Ahani.

Pantauan langsung TitikNOL di dalam lokasi Goa Sanghiang, Goa itu memiliki pintu masuk berukuran sekitar tinggi 1 meter dan lebar 2 meter. Jika pengunjung akan memasuki Goa tersebut harus jalan berjongkok hingga sekitar 5 hingga 6 meter kedalam.

Selepas itu pengunjung dapat melihat gerbang utama yang terdapat bebatuan stalaktit yang menggantung ke bawah dan satu buah ruangan lebar didalammnya berkurun besar diperkirakan lebar 15 meter hingga 20 meter dan tinggi diperikarakan mencapai belasan meter ke atas.

Namun setelah memasuki lebih ke dalam Goa tersebut, terdapat sekitar tiga ruangan yang terdiri satu ruangan besar dan dua ruangan sedang yang didalamnya terdapat satu sumber mata air yang keluar dari dalam lubang batu Goa dan satu ruang sumur kecil sebanyak 7 sumur berukuran kecil yang disebut oleh warga setempat sumur Cikahuripan. 7 sumur kecil Cikahuripan itu, dipercaya warga mitosnya dapat menyembuhan berbagai penyakit.

Sedangkan, bagi pengunjung saat berada didalam untuk bisa keluar dari Goa tersebut, selain dapat melewati pintu masuk semula juga dapat melewati sebuah tangga bambu yang ukuranya lumayan tinggi sekira 6 meter keatas dari depan ruang pertama saat memasuki Goa Sangiang.

Akan tetapi, bagi pengunjung bila masuk kedalam Goa jangan lupa membawa lampu senter atau alat penerangan lainnya karena kondisi didalam Goa cukup gelap gulita. (Gun/red)

Komentar