LEBAK, TitikNOL - Pembangunan Instalasi Pembuangan Limbah Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Kampung Dengung, Desa Sindang Mulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak dinilai mubazir.
Sebab, proyek yang menelan biaya hingga Rp2,7 miliar dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu hingga kini belum beroperasi.
Diketahui, proyek tersebut dibangun Satker Pengembangan dan Penyehatan Lingkungan Provinsi Banten, Direktorat Jenderal Cipta Karya pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2014 lalu. Dimana pelaksana proyek tersebut adalah PT. Tidar Sejatera.
Sejak rampung dikerjakan dan diserahterimakan kepada Dinas Kebersihan Pemkab Lebak tidak berfungsi optimal.
Harun (43), salah seorang warga setempat mengatakan, empat unit bak penampung dan penyaringan tinja tidak dapat digunakan saat kendaraan pengangkut tinja akan melakukan pembuangan.
Karena, kata Harun, kendaraan tinja kesulitan membuang limbah tinja ke bak penampung dan penyaringan. Lantaran posisi bak penampung tersebut lebih tinggi, sementara kondisi area parkir sangat pendek.
Sehingga armada pengangkut tinja saat akan melakukan pembuangan posisinya tidak sejajar. Akibatnya, tinja yang diangkut oleh kendaraan atau armada mobil tinja tersebut langsung membuang ke lokasi bak kedua.
"Mobil angkutan tinja sulit membuang di bak pertama sebagai bak penampung dan penyaringan. Mobil tinja itu justru langsung membuang tinja ke bak kedua, sebab kalau di buang di bak pertama posisi mobil nungging ke depan. Makanya dibuang langsung ke bak kedua, padahal harusnya posisi bak kedua itu harus bersih dari sampah-sampah seperti sampah plastik dan lainya," ujar Harun, Senin (22/8/2016).
"Terkadang juga mobil tinja juga buangnya sembarangan saja. Bak pertama juga penyaringannya tidak dibuat paten dan saringan besi itu cuma ditempel. Sampai sekarang pengeringan kompos dari hasil penyulingan limbah tinja juga belum digunakan dan tidak ada hasilnya," tukas Harun.
Terpisah, Didi Kusnadi, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan Pemkab Lebak mengakui, bila IPLT Kampung Dengung belum berfungsi optimal.
"Itu harus ditunjang dengan sarana penunjang lainnya. Seperti pompa air, listrik dan infrstruktur lainnya seperti pos penjagaan dan pemagaran. Sampai sekarang kan air dan listrik saja tidak ada. Tahun 2017 nanti baru akan dilakukan pembangunan sarana pendukung lainnya," ujar Didi. (Gun/quy)